Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Foto: dok. Antara.
Polisi Selidiki Dugaan Mahasiswa Bayaran di Acara Sumpah Pemuda
Muhammad Adyatma Damardjati • 4 November 2026 13:43
Jakarta: Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan keterlibatan mahasiswa bayaran dalam acara peringatan Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab.
"Kepolisian, penyelenggara, pastinya tidak ingin, tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa sewaan tadi. Ini diaudit, investigasi, didalami kenapa mahasiswa bayaran dalam tanda kutip bisa berada di situ menggunakan jas almamater," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
"Setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksi," kata Budi.
Budi mengatakan acara Sumpah Pemuda yang digelar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat itu tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Kegiatan itu terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung.
"Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa, seluruh pemuda boleh melaksanakan. Ada penyanyi dari Ambon, ada FBR," tutur Budi.

Polda Metro Jaya menggelar deklarasi Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Ia memastikan peristiwa tersebut jadi bahan evaluasi internal di internal Kepolisian. Penyelenggara sebelumnya tidak mengetahui adanya peserta yang mengenakan atribut almamater tetapi bukan merupakan mahasiswa asli.
Sebelumnya acara tersebut diinisiasi Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2026 dan dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad serta pembuat konten Willie Salim. Video viral mengungkap peserta berjas almamater Universitas Dian Nusantara dan UBSI diduga bukan mahasiswa asli. Polda Metro Jaya telah meminta maaf secara terbuka atas kejadian tersebut.