Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kanan). Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Polda Metro Gandeng BNN Tata Ulang Bekas Kampung Narkoba di Jakarta
Muhammad Adyatma Damardjati • 4 November 2026 13:23
Jakarta: Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penataan ulang kawasan bekas sarang narkoba secara berkelanjutan. Hal ini sekaligus menindaklanjuti wacana pendirian posko BNN di Kampung Boncos dan Kampung Ambon.
“Kita akan koordinasi dengan BNN terkait pengembangan ataupun menjadi evaluasi. Intinya bagaimana merekondisi keadaan lalu dibuat lebih baik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
“Kita menjadikan itu Kampung Bersinar, termasuk bagaimana kepedulian seluruh stakeholder terpadu dari kementerian, kelembagaan, kepolisian, TNI, seluruh sampai ke bawah,” kata Budi.
Budi menyebut penataan dilakukan secara terpadu dan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, berbagai bentuk bantuan yang disalurkan selalu disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, seperti program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bantuan itu harus benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Ini terus berjalan secara kontinu dan berkelanjutan,” tegas Budi.

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek bedeng narkoba di Kampung Boncos. Foto: Istimewa.
Budi mencontohkan transformasi Kalijodo sebagai target akhir program. Kawasan yang dulu dikenal sebagai lokasi narkoba dan prostitusi itu kini menjadi ruang publik ramah keluarga.
“Kita tahu dulu seperti Kalijodo, peruntukan ada narkoba, prostitusi. Tapi sekarang menjadi tempat area publik yang ramah bagi anak, bagi keluarga,” ujar Budi.
Budi menambahkan program prioritas Kapolri akan terus dievaluasi. Ia menegaskan kekurangan dan hambatan di lapangan menjadi bahan perbaikan agar program terlaksana dengan baik.
“Ini program-program prioritas Bapak Kapolri yang terus digaungkan dan bukan seremonial, tetapi terus akan menjadi evaluasi di mana kekurangan, di mana hambatan,” pungkas Budi.