Peserta PPSN VI 2026 Asal Kalsel Bawa Pesan Peduli Lingkungan, Soroti Karhutla

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026. Dok Istimewa.

Peserta PPSN VI 2026 Asal Kalsel Bawa Pesan Peduli Lingkungan, Soroti Karhutla

Arga Sumantri • 6 October 2026 17:20

Malang: Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi santri mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi momentum berbagi pengalaman dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Salah satunya disampaikan peserta asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membawa pengalaman daerahnya menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bagi peserta asal Kalsel, Ginai, karhutla merupakan persoalan lingkungan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan terhadap kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat ketika asap menyelimuti permukiman dan wilayah sekitar.

Ghinai menuturkan, kondisi karhutla menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat di daerahnya memahami bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak yang luas, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Karhutla itu menjadi persoalan yang cukup dekat dengan kami di Kalsel. Ketika terjadi kebakaran, dampaknya bukan hanya pada hutan, tetapi juga dirasakan masyarakat. Asap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman, kesehatan masyarakat juga terganggu ” ucap Ghinai dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026. 

Ghinai menilai kesadaran masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya karhutla. Menurut dia, tindakan membakar lahan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko yang lebih luas, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

“Menurut saya, yang paling penting adalah kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan. Kita harus memahami bahwa api yang awalnya kecil bisa menjadi masalah besar ketika kondisi lahan kering dan api sulit dikendalikan,” katanya.

Sementara itu, peserta asal Kalsel lainnya, Syifa, mengungkapkan pengalaman tersebut membuat peserta menyadari bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia muda. Menurutnya, santri memiliki peran untuk menyampaikan pesan menjaga lingkungan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya.

"Kami sebagai santri juga harus ikut menyampaikan bahwa menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama. Jangan hanya peduli ketika sudah terjadi kebakaran atau asap sudah muncul. Pencegahan harus dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari,” tambah Syifa.

Syifa mengajak sesama peserta PPSN VI 2026 untuk menjadikan kegiatan perkemahan sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap alam.

"Jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak alam, dan jangan melakukan pembakaran yang dapat membahayakan lingkungan. Kalau kita menjaga alam hari ini, manfaatnya juga akan dirasakan oleh generasi setelah kita,” ujar Syifa.

Peserta mengaku senang ikut kegiatan PPSN 2026, sebab menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan persoalan lingkungan yang dihadapi masing-masing daerah. Peserta dari berbagai wilayah dapat saling bertukar pengalaman, termasuk mengenai upaya menjaga lingkungan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

PPSN VI 2026 di Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur, mempertemukan santri dari berbagai provinsi di Indonesia. Keragaman latar belakang tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal persoalan sosial, budaya, dan lingkungan yang berkembang di berbagai daerah.

(Arga Sumantri)