Santri ilustrasi. Dok Istimewa.
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri Nasional 2026, Simak Panduannya
4 October 2026 21:57
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan pedoman pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Pedoman tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026.
Surat edaran yang dikeluarkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026 itu ditujukan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di seluruh Indonesia.
Dalam pedoman tersebut, PBNU menyampaikan sejumlah ketentuan mengenai rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Pelaksanaannya diminta mengedepankan prinsip kekhidmatan, kesederhanaan, serta berorientasi pada layanan kepada jamaah atau warga NU.
Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Apel Hari Santri Nasional 2026
Seluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama diminta melaksanakan Apel Hari Santri Nasional 2026 secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026.Adapun ketentuan teknis pelaksanaan apel yang tercantum dalam surat edaran PBNU meliputi:
- Peserta pria mengenakan sarung warna gelap, atasan putih, dan berpeci hitam.
- Peserta perempuan mengenakan busana muslimah bernuansa putih dan bawahan bebas atau menyesuaikan.
- Pelaksanaan apel dipusatkan di halaman Sekretariat Nahdlatul Ulama sesuai tingkat kepengurusan masing-masing atau di lingkungan pondok pesantren, rumah sakit atau klinik, sekolah atau madrasah, dan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
- Pembacaan Naskah “Resolusi Jihad NU” dapat dilakukan oleh jajaran Tanfidziyah atau Badan Otonom Nahdlatul Ulama.
Rangkaian Diawali Ziarah Makam Ulama
PBNU juga mengatur agar rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 diawali dengan ziarah ke makam para ulama, aulia’ atau muharrik Nahdlatul Ulama di wilayah khidmah masing-masing.Ketentuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diarahkan kepada seluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama.
Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina
Sebagai bagian dari ikhtiar dan gerakan batiniyah (riyadhah bathiniyyah) untuk kemajuan Indonesia dan kejayaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama, PBNU juga meminta setiap jenjang kepengurusan melaksanakan “Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina”.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud solidaritas kemanusiaan terhadap bangsa Palestina yang disebut dalam surat edaran telah menjadi korban aksi genosida selama tiga tahun terakhir, yakni Oktober 2023 hingga Oktober 2026.
Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina dapat dilaksanakan melalui majelis istighosah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, serta majelis doa lainnya.

Konferensi pers PBNU. Dok NU Online.
Kegiatan Pilihan Hari Santri Nasional 2026
Selain apel, PBNU memberikan sejumlah pilihan kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh seluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama.Kegiatan tersebut meliputi:
- Layanan sosial, seperti layanan konsultasi kesehatan gratis, donor darah, atau kegiatan sejenis.
- Layanan konsultasi keagamaan masyarakat, seperti konsultasi keluarga, konsultasi zakat, atau tema lain yang relevan.
- Kegiatan peduli lingkungan, seperti sanitasi pondok pesantren atau madrasah, bersih-bersih masjid, atau kegiatan sejenis.
- Halaqoh yang melibatkan ulama dan pondok pesantren di wilayah khidmah masing-masing.
(Siti Nahdia Usman)