Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor Strategis dengan Jerman

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perayaan 36th Anniversary of the Day of German Unity di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. (Metrotvnews)

Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor Strategis dengan Jerman

Muhammad Reyhansyah • 3 October 2026 10:53

Jakarta: Indonesia mendorong penguatan kerja sama dengan Jerman di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, infrastruktur, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, life science, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hubungan Indonesia dan Jerman yang semakin erat perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama konkret di berbagai bidang.

“Kita melihat peluang yang signifikan untuk memperdalam kerja sama di bidang industri, infrastruktur, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, life science, serta pengembangan sumber daya manusia,” kata Airlangga dalam perayaan 36th Anniversary of the Day of German Unity di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Airlangga, penguatan kerja sama tersebut sejalan dengan semakin intensifnya hubungan kedua negara sepanjang 2026. Salah satunya ditandai kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Jerman menegaskan komitmen memperkuat kemitraan, khususnya dalam kerja sama ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Airlangga mengatakan kedua negara juga telah membahas langkah untuk menerjemahkan hubungan politik yang kuat menjadi kerja sama ekonomi yang konkret melalui berbagai mekanisme.

“Kami membahas bagaimana menerjemahkan hubungan politik yang kuat menjadi kerja sama ekonomi yang konkret, melalui komite bersama di bidang ekonomi dan investasi, kerja sama industri dan ekonomi hijau, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Teknologi hingga Transisi Energi

Kerja sama Indonesia-Jerman juga diarahkan pada pemanfaatan keahlian teknologi dan pembiayaan Jerman untuk sejumlah proyek strategis. Airlangga menyebut sektor yang dibahas mencakup energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.

Dalam sektor transisi energi, Jerman bersama Jepang disebut berperan sebagai bagian dari International Partners Group dalam Just Energy Transition Partnership (JETP). Menurut Airlangga, platform tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempercepat investasi dan pembiayaan bagi transisi energi bersih Indonesia.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indonesia dan Jerman juga melihat potensi untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan. Kerja sama tersebut mencakup peluang bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berkontribusi dalam perekonomian Jerman.

“Selama satu dekade terakhir, kerja sama kita terus berkembang dan semakin erat, berlandaskan rasa saling menghormati, kepercayaan, serta kepentingan bersama. Hal itu menjadi fondasi yang kuat bagi kemitraan kita saat ini dan di masa mendatang,” kata Airlangga.

Dari sisi hubungan ekonomi, Airlangga menyebut Jerman sebagai salah satu mitra ekonomi dan industri penting bagi Indonesia. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 6,11 miliar dolar AS pada 2025, sementara investasi kumulatif periode 2021 hingga kuartal I 2026 mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman juga telah beroperasi di Indonesia. Airlangga melihat kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk terus memperdalam kerja sama di berbagai bidang.

CEPA Buka Akses Pasar

Salah satu instrumen yang diharapkan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Jerman adalah Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Airlangga mengatakan kesepakatan tersebut diharapkan dapat ditandatangani dan diratifikasi tahun ini sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027.

“Saya ingin menekankan bahwa penandatanganan Indonesia-EU CEPA diharapkan berlangsung tahun ini. Indonesia juga berharap proses ratifikasinya dapat diselesaikan tahun ini, sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal tahun depan,” ujarnya.

Menurut Airlangga, CEPA akan membuka akses pasar sekaligus memperkuat perdagangan dan keterlibatan bisnis Indonesia dengan Uni Eropa. Peluang tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan investor Jerman.

“CEPA akan menciptakan akses pasar, memperkuat perdagangan, dan meningkatkan keterlibatan bisnis antara Indonesia dan Uni Eropa. Kami berharap peluang ini juga dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha serta investor Jerman,” kata Airlangga.

Tahun ini menandai 74 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman, sementara kedua negara akan memperingati 75 tahun hubungan bilateral pada 2027.

Baca juga: Jerman Buka Opsi Kontrak Baru Airbus usai Kirim Dua A400M ke Indonesia

(Willy Haryono)