BTNGC: Belum Ada Laporan Satwa Liar Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai

Kondisi puncak di Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

BTNGC: Belum Ada Laporan Satwa Liar Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai

Lukman Diah Sari • 23 October 2026 14:45

Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Jawa Barat, memastikan belum ada laporan signifikan terkait ancaman terhadap satwa liar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejak Rabu malam, 21 Oktober 2026, malam. Kepala BTNGC, Toni Anwar, mengatakan area yang hangus sebagian besar merupakan hamparan semak belukar dan sabana. Sementara itu, tegakan pohon pinus hanya terdampak di sebagian kecil kawasan.

"Selain itu, lokasi kebakaran sebagian besar bukan merupakan habitat utama satwa prioritas," katanya di Kuningan, Jumat, 23 Oktober 2026, melansir Antara.

Toni menjelaskan bahwa karakteristik lahan yang terbuka memungkinkan satwa liar menyelamatkan diri dengan cepat menjauhi kobaran api menuju area yang lebih aman. Berdasarkan pendataan awal, estimasi luas kawasan TNGC yang terdampak karhutla saat ini mencapai 50 hingga 60 hektare.

Hingga kini, tim gabungan masih memusatkan energi pada operasi pemadaman di tengah berbagai hambatan alam.

"Antisipasi kami masih fokus pada pemadaman. Kendala utama di lapangan adalah kondisi medan, akses menuju titik api, serta ketersediaan air," ujarnya.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat meninjau kondisi karhutla di kawasan Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 9 September 2026. ANTARA/HO-Pemkab Kuningan

Guna menyiasati tantangan tersebut, BTNGC terus berkoordinasi secara terpadu dengan berbagai lintas instansi serta relawan untuk menggempur titik api. Sembari memprioritaskan pemadaman, pemantauan kawasan terdampak juga terus dilakukan untuk mengukur skala kerusakan lingkungan hidup di kawasan konservasi tersebut.

"Kami memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar upaya pemadaman ini dapat berjalan lancar dan api segera teratasi," ucap dia.

(Lukman Diah Sari)