Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak Kembali Normal Pascakebakaran KMP Batumandi

Ilusyrasi - Foto udara menampilkan kawasan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. (ANTARA/HO-ASDP)

Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak Kembali Normal Pascakebakaran KMP Batumandi

Whisnu Mardiansyah • 22 October 2026 09:21

Cilegon: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di Dermaga Eksekutif 1 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, kembali normal sejak Rabu, 21 Oktober 2026. Pemulihan dilakukan setelah operasional dermaga terdampak insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan serta kesiapan operasional armada. Hal tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Tangerang, Kamis, 22 Oktober 2026.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu proses penyelamatan dan evakuasi penumpang KMP Batumandi. Dukungan kapal nelayan, operator kapal swasta, serta koordinasi seluruh instansi terkait menjadi bagian penting dalam penanganan insiden ini," kata Heru dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.

Heru menjelaskan, operasional kapal di Dermaga Eksekutif 1 kembali mengikuti jadwal standar. Keberangkatan pertama dijadwalkan pada pukul 02.25 WIB, dengan realisasi keberangkatan pada pukul 03.38 WIB. Pada malam sebelumnya, layanan masih menggunakan dua kapal sebagai bagian dari penyesuaian operasional setelah insiden.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, ASDP menyiapkan pola operasional dengan empat kapal sejak Rabu siang. Penyesuaian tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan kapasitas penyeberangan sekaligus menjaga kelancaran arus pengguna jasa.
 


Di samping memulihkan operasional, ASDP juga memperhatikan kebutuhan penumpang yang terdampak insiden. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas di lapangan dan fasilitas kesehatan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar selama proses penanganan berlangsung.

"Sejak kejadian insiden, ASDP turut memfasilitasi penyediaan makanan bagi pengguna jasa yang terdampak Sejumlah penumpang juga mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak," papar dia.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan pemulihan layanan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi terkini di lapangan, kesiapan armada, serta ketersediaan fasilitas pendukung. Pengaturan operasional diterapkan secara bertahap agar layanan kembali berjalan optimal tanpa mengabaikan prosedur keselamatan.


Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo saat memberikan penjelasan kepada media, Rabu. ANTARA/Susmiatun.

 

"Fokus kami adalah memastikan pelayanan penyeberangan kembali berjalan dengan baik, sekaligus memastikan penumpang yang terdampak memperoleh penanganan sesuai kebutuhan," jelasnya.

ASDP menegaskan keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan. Perusahaan juga berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pemulihan dan tindak lanjut pascainsiden secara terukur sesuai prosedur yang berlaku.

"Perusahaan berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan dan tindak lanjut pasca insiden berjalan secara terukur, sesuai prosedur, serta mengedepankan keselamatan pengguna jasa," kata dia.

(Whisnu M)