ASDP Sterilkan Area KMP Batumandi untuk Proses Investigasi

Detik-detik KMP Batumandi terbakar di alur masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa sore, 20 Agustus 2026. ANTARA/HO-Kemenhub

ASDP Sterilkan Area KMP Batumandi untuk Proses Investigasi

Silvana Febiari • 21 October 2026 21:53

Cilegon: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkoordinasi dengan Syahbandar, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan kepolisian untuk mengamankan area sekitar KMP Batumandi. Langkah ini dilakukan guna menjaga lokasi tetap steril sebagai barang bukti untuk proses investigasi.

"Suhu di lokasi masih tinggi, sehingga membutuhkan pendinginan. Kami berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), KNKT, dan kepolisian untuk mengamankan area dari masyarakat. Tempat ini akan dijadikan barang bukti guna investigasi lebih lanjut," ujar Direktur Utama Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) Indonesia Ferry, Heru Widodo, dilansir Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.

Pergeseran posisi kapal diharapkan dapat dilakukan segera setelah kondisi dinyatakan kondusif. Langkah ini diperlukan agar KNKT dan kepolisian dapat segera menyelidiki penyebab insiden tersebut.


ASDP mencatat, 11 penumpang yang sebelumnya dirawat di rumah sakit dan puskesmas kini telah diperbolehkan pulang. Perusahaan juga menyediakan fasilitas pengantaran bagi para penumpang ke rumah masing-masing.

"Saat ini tersisa tiga penumpang yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat cedera, seperti terkilir hingga dugaan patah tulang. Kami memastikan seluruh pasien mendapat perawatan medis terbaik hingga pulih," katanya.

Selain penanganan medis, ASDP bekerja sama dengan Jasa Raharja tengah melakukan verifikasi data kendaraan serta barang-barang penumpang yang terdampak atau hilang untuk proses ganti rugi.

"ASDP menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga masyarakat nelayan sekitar Pelabuhan Merak yang bergerak cepat membantu keselamatan para penumpang," ungkapnya.


Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo saat memberikan penjelasan kepada media, Rabu. ANTARA/Susmiatun.


Sebelumnya, kebakaran di atas KMP Batumandi terjadi saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, sekitar pukul 14.52 WIB, Selasa, 20 Oktober 2026. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muatan kendaraan kecil.

Sebanyak 420 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. KMP Batumandi juga tercatat sedang mengangkut 89 unit kendaraan dan 40 orang kru kapal.

Terkait kondisi korban, sebanyak 16 orang penumpang sempat mendapatkan penanganan medis. Rinciannya 11 orang ditangani di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan Polda Banten saat ini terus memberikan pelayanan terhadap para korban. Polisi mendirikan posko pelayanan di Lantai 2 Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk membantu para korban.

"Kami menyiapkan posko kepolisian di lantai 2 Dermaga VI untuk melayani masyarakat yang kehilangan barang-barang berharga atau surat-surat penting. Surat tanda penerimaan laporan kehilangan ini nantinya akan membantu proses pengurusan lebih lanjut. Personel sudah kami siagakan penuh," jelas Maruli.

(Silvana Febiari)