Kabut Asap Makin Pekat di Sampit, Pedagang Keliling Pulang Lebih Awal

Pedagang keliling di Sampit, Kotawaringin Timur, terpaksa pulang lebih karena kabut asap. (Metro TV/Akhmaddiannor)

Kabut Asap Makin Pekat di Sampit, Pedagang Keliling Pulang Lebih Awal

Akhmaddiannor • 12 October 2026 20:37

Sampit: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, termasuk pedagang keliling yang terpaksa pulang lebih awal meski dagangan belum habis terjual.

Salah seorang pedagang, Sidul, mengatakan biasanya mulai berjualan pukul 09.00 WIB. Namun karena kabut asap semakin pekat, ia memilih pulang lebih awal.


“Biasa jualan mulai jam 9 pagi. Karena kondisi asap makin pekat, saya memilih pulang lebih awal walaupun dagangan belum habis terjual. Kabut asap hari ini lebih pekat dari hari sebelumnya, jarak pandang hanya 30 meter,” ujar Sidul di Sampit, Senin, 12 Oktober 2026.


Kondisi kabut asap di Sampit, Kotawaringin Timur. (Metro TV/Akhmaddiannor)

Berdasarkan pantauan Metro TV, asap berwarna kekuningan menyelimuti jalanan, permukiman, hingga perairan Sungai Mentaya. Jarak pandang yang terbatas membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan menjadi tidak nyaman.

Kondisi ini membuat warga harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari di tengah kabut asap yang menyelimuti Sampit. Selain mengganggu mobilitas, kabut asap juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

(Silvana Febiari)