Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit. (Metro TV/ Akhmad Dian Noor)
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Sampit Selama Dua Pekan
Akhmaddiannor • 12 October 2026 20:15
Kotawaringin Timur: Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sebanyak 36 penerbangan dibatalkan akibat jarak pandang yang terbatas selama 1–12 Oktober 2026.
Kepala Bandara H. Asan Sampit, Haris, mengatakan jarak pandang (visibility) di kawasan bandara hanya mencapai 100 meter. Kondisi tersebut tidak memungkinkan pesawat beroperasi dengan aman.
“Untuk kegiatan per hari ini di Bandara H. Asan, visibility hanya 100 meter,” ujar Haris di Kotawaringin Timur, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pembatalan penerbangan terjadi pada sejumlah rute, termasuk Sampit–Jakarta, Sampit–Surabaya, dan Sampit–Semarang.
“Kegiatan penerbangan mulai tanggal 1 Oktober hingga 12 Oktober sudah mengalami 36 kali cancel karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan,” katanya.

Situasi Bandara H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Metro TV/ Akhmad Dian Noor)
Kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara hingga landasan pacu menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu. Kondisi ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di wilayah Kotawaringin Timur.
Dampak karhutla tersebut tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas transportasi udara. Masyarakat yang berencana bepergian melalui Bandara H. Asan Sampit diimbau untuk memantau informasi terbaru dan memastikan jadwal penerbangan kepada maskapai masing-masing.