Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu
Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh, Penerbangan ke Ibu Kota Saudi Ditangguhkan
Muhammad Reyhansyah • 9 October 2026 15:52
Riyadh: Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang Bandara Riyadh di Arab Saudi menggunakan rudal balistik.
Serangan tersebut disebut merusak parah sebuah pesawat dan mendorong sejumlah maskapai menghentikan penerbangan ke ibu kota Saudi. Kelompok itu tidak menyertakan bukti atas klaimnya, sementara pemerintah Arab Saudi belum segera memberikan tanggapan.
Namun, tiga orang yang mendapat informasi mengenai insiden tersebut mengatakan bahwa serpihan dari rudal yang dicegat atau proyektil lain menyebabkan sebuah pesawat komersial Saudia Airlines mengalami kerusakan berat setelah terbakar saat terparkir di terminal pada Kamis, 8 Oktober 2026.
"Tidak ada penumpang di dalam pesawat ketika kejadian berlangsung, tetapi belum dapat memastikan apakah terdapat korban luka," kata ketiga sumber tersebut, dikutip dari The Guardian, Jumat, 9 Oktober 2026.
Sejumlah saksi mendengar ledakan di Riyadh, termasuk ledakan besar di Bandara Internasional King Khalid. Seorang saksi mengatakan kepada Associated Press bahwa petugas pemadam kebakaran dan ambulans dikerahkan ke lokasi.
Video yang diverifikasi memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap hitam tebal membubung dari area bandara.
Saksi yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan penerbangan keberangkatan dihentikan dan penumpang diminta meninggalkan bandara.
Lufthansa dan Air India mengonfirmasi penangguhan penerbangan menuju Riyadh.
Berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Cirium, hampir separuh jadwal keberangkatan dari bandara tersebut telah dibatalkan hingga pukul 15.00 GMT pada Kamis. Sebanyak 31 pembatalan tambahan juga diperkirakan terjadi pada Jumat di seluruh bandara Arab Saudi.
Sebelumnya, otoritas Saudi mengatakan pada Rabu bahwa tiga orang tewas akibat serangan yang menyasar Bandara Riyadh dan Bandara Abha di wilayah barat daya negara tersebut pada pekan ini.
Houthi Tingkatkan Serangan ke Arab Saudi
Pada Kamis, Houthi meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dengan berupaya menutup wilayah udara kerajaan tersebut. Kelompok itu juga memperingatkan para pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang disebut akan menjadi sasaran.Secara terpisah, pejabat Saudi mengatakan puing-puing dari rudal yang berhasil dicegat menghantam sebuah taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.
Houthi menyatakan serangan terhadap Arab Saudi dilakukan sebagai respons atas dukungan kerajaan tersebut kepada pasukan pemerintah dalam perang saudara Yaman yang kembali berkobar.
Arab Saudi mengatakan pihaknya mendukung operasi pemerintah Yaman yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk merebut kembali wilayah dari Houthi.
Dalam sebulan terakhir, Houthi dilaporkan bergerak cepat melintasi dataran pesisir Yaman. Pada Rabu, kelompok tersebut tampak memperluas pengaruhnya di wilayah barat daya ketika bergerak mendekati Kota Taiz.
Pengamat independen sebelumnya memperingatkan bahwa Houthi berpotensi merebut Taiz. Sejumlah indikasi juga menunjukkan pasukan yang terkait dengan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mulai mundur untuk mengamankan Aden, kota pelabuhan utama di negara tersebut.
Di tengah perkembangan itu, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah Kongres Energi WPC, pertemuan besar para pembuat kebijakan energi, pada pekan ini.