Teknologi Mengubah Dunia Audit, Kompetensi dan Integritas Tetap Jadi Kunci

Puncak CPA Days 2026 yang digelar Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama School of Accounting Binus University pada 8–10 Oktober 2026 di BINUS Alam Sutera, Tangerang. Dokumentasi/ istimewa.

Teknologi Mengubah Dunia Audit, Kompetensi dan Integritas Tetap Jadi Kunci

Deny Irwanto • 10 October 2026 21:21

Tangerang: Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), analisis data, dan otomasi mulai mengubah cara kerja di bidang audit dan akuntansi. Di tengah perubahan tersebut, profesi akuntan publik menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa mengesampingkan integritas, independensi, dan kualitas pemeriksaan.

Isu tersebut menjadi salah satu bahasan dalam puncak CPA Days 2026 yang digelar Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama School of Accounting Binus University pada 8–10 Oktober 2026 di BINUS Alam Sutera, Tangerang.

Ketua IAPI Tarkosunaryo mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memahami nilai-nilai dasar profesi. Menurut dia interaksi antara mahasiswa dan praktisi dapat membantu generasi muda mengenali tantangan sekaligus peluang di bidang audit dan assurance.

"CPA Days menjadi ruang yang mempertemukan generasi muda dengan praktisi, akademisi, regulator, dan dunia industri," kata Tarkosunaryo dalam keterangan pers dikutip, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya talenta yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjaga integritas dan kualitas profesi akuntan publik.

Mengusung tema 'Catalysts of Tomorrow: Transforming Assurance Through Intelligence', CPA Days 2026 mempertemukan mahasiswa, akademisi, akuntan publik, profesional industri, serta pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan berfokus pada perkembangan profesi audit dan assurance di tengah pemanfaatan teknologi digital.


Puncak CPA Days 2026 yang digelar Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama School of Accounting Binus University pada 8–10 Oktober 2026 di BINUS Alam Sutera, Tangerang. Dokumentasi/ istimewa.

Pemanfaatan AI dan analisis data membuka peluang untuk mendukung proses pengolahan informasi dan pelaksanaan audit. Namun, penggunaan teknologi juga perlu disertai pertimbangan profesional agar hasil pemeriksaan tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks tersebut, kemampuan teknis bukan satu-satunya bekal yang dibutuhkan calon akuntan publik. Integritas, independensi, dan skeptisisme profesional tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan publik.

Mempertemukan Mahasiswa dan Praktisi


Selama tiga hari pelaksanaan, CPA Days 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan yang mencakup konferensi, seminar, diskusi, kompetisi, serta pengenalan peluang karier.

Pada 8 Oktober, agenda meliputi CPA Days Conference, presentasi Call for Paper, Audit & Accounting Competition, dan Career Fair. Kegiatan berlanjut pada 9 Oktober melalui seminar, talkshow, semifinal kompetisi, serta Career Fair.

Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada 10 Oktober dengan Grand Final Audit & Accounting Competition, pemberian penghargaan, dan upacara penutupan.

Melalui pertemuan antara mahasiswa dan pelaku industri, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan lingkungan kerja serta kompetensi yang dibutuhkan dalam profesi akuntan publik. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan bidang audit dan assurance, termasuk perubahan keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi turut menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon tenaga profesional. Dunia pendidikan memiliki peran dalam membangun dasar pengetahuan, sedangkan keterlibatan praktisi dapat memberikan pemahaman mengenai penerapan kompetensi dalam lingkungan kerja.

Di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung, tantangan profesi akuntan publik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat digital. Kemampuan menilai informasi secara kritis, menjaga objektivitas, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan tetap menjadi landasan dalam menjaga kepercayaan publik.


(Deny Irwanto)