Martha Tilaar Meninggal Dunia, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Martha Tilaar Meninggal Dunia, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Putri Purnama Sari • 14 October 2026 11:57

Jakarta: Kabar duka datang dari dunia bisnis dan kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus salah satu pelopor industri kosmetik lokal, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun. 

"Dengan duka cita yang mendalam, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026," tulis akun Instagram @martha_tilaar.

Martha dikenal melalui kiprahnya mengembangkan bisnis kecantikan yang memadukan pengetahuan modern dengan kekayaan alam dan tradisi Nusantara. Namanya lekat dengan Sariayu, merek kosmetik lokal yang mengangkat inspirasi budaya Indonesia dalam produk kecantikan.

Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri kecantikan Tanah Air, mulai dari usaha salon sederhana hingga bisnis yang menaungi berbagai merek kosmetik, perawatan tubuh, dan jasa kecantikan.

Profil Martha Tilaar


Martha Tilaar, dok: Instagram @martha_tilaar

Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Ia menempuh pendidikan ilmu sejarah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.

Pada 1984, pemilik nama lengkap Martha Handana ini memperoleh gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Perjalanan pendidikannya menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan usaha kecantikan yang kemudian membesarkan namanya. 

Merintis Bisnis dari Salon Kecil

Perjalanan bisnis Martha Tilaar dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha sederhana tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Martha Tilaar Group.

Dua tahun kemudian, Martha membuka Martha Griya Salon. Di tempat inilah ia mulai mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal, yang kemudian menjadi salah satu ciri khas bisnisnya.

Pada 1977, Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.

Bisnisnya terus berkembang dengan menghadirkan berbagai merek, di antaranya Biokos, Caring Colours, Belia, PAC, dan Dewi Sri Spa. Pada 1999, PT Martina Berto sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.

Angkat Budaya Nusantara melalui Produk Kecantikan

Salah satu ciri khas kiprah Martha Tilaar adalah upayanya mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam industri kecantikan.

Melalui Sariayu, Martha memperkenalkan produk kecantikan yang terinspirasi dari tradisi, tanaman herbal, dan keragaman budaya Nusantara. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas merek sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada konsumen.

Selain mengembangkan produk, Martha juga berkontribusi dalam pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School.

Terdapat beberapa program pendidikan yang dimiliki oleh Puspita Martha diantaranya adalah School of Makeup, School of Hairdressing dan School of Beauty Aesthetics and Spa. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di bidang kecantikan profesional. 

Penghargaan Martha Tilaar

Sepanjang perjalanan kariernya, Martha Tilaar menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang usaha, inovasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Indonesia pada 2016. Ia juga memperoleh penghargaan Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards pada 2008 serta pengakuan dari United Nations Global Compact atas kontribusinya dalam mendukung prinsip keberlanjutan. 

Warisan Martha Tilaar bagi Industri Kecantikan Indonesia

Martha Tilaar dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai tokoh yang berupaya mengembangkan industri kecantikan dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Bisnis yang dirintis dari sebuah salon kecil berkembang menjadi kelompok usaha yang mencakup produksi kosmetik, pendidikan kecantikan, hingga layanan spa dan salon. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pertumbuhan industri kecantikan lokal.

Kepergian Martha Tilaar pada usia 89 tahun menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang perintis bisnis kecantikan Indonesia. Namun, karya dan upayanya dalam memperkenalkan tradisi Nusantara melalui produk kecantikan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan industri kosmetik Tanah Air.

(Putri Purnama Sari)