Wanam Bersiap Panen Raya, Kementerian PU Siapkan Sumur Dalam untuk Irigasi

KSPEAN Wanan di Merauke, Papua Selatan. (Dok: Kementerian PU)

Wanam Bersiap Panen Raya, Kementerian PU Siapkan Sumur Dalam untuk Irigasi

Lukman Diah Sari • 12 October 2026 17:36

Merauke: Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, bersiap menyambut panen raya. Untuk memastikan kebutuhan air irigasi terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sumur dalam sebagai sumber cadangan air tawar.

Berdasarkan hasil survei geolistrik pada 9 Oktober 2026, terdapat tujuh titik berpotensi menjadi sumur dalam. Setiap titik diperkirakan mampu menghasilkan debit air satu hingga dua liter per detik. Potensi ini menjadi dasar untuk mengamankan ketersediaan air guna mendukung pengembangan pertanian bertahap di Wanam.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penyediaan air adalah tanggung jawab utama kementeriannya dalam pengembangan lumbung pangan. Meski kawasan tersebut berbasis pertanian rawa, kepastian pasokan air tawar wajib dijaga dalam kondisi apa pun.

“Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup,” ujar Menteri Dody saat meninjau KSPEAN Wanam, beberapa waktu lalu.


Menteri Dody saat meninjau KSPEAN Wanam. (Dok: Kemen PU)

Survei awal menunjukkan potensi akuifer di lokasi tersebut cukup baik dengan kedalaman 60–70 meter. Ketersediaan sumur bor menjadi vital seiring dimulainya penanaman padi tahap pertama pada lahan percontohan (demplot) di KM 21 seluas 40 hektare (per 1 Oktober 2026). Padi tersebut dijadwalkan panen pada awal hingga pertengahan November 2026.

“Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia,” kata Dody.

Selain sumur bor, Kementerian PU juga mengebut pembangunan jaringan irigasi rawa dan saluran pengendalian banjir. Dari target 180 kilometer, sepanjang 133 kilometer jaringan telah rampung per 1 Oktober 2026.

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Dody menambahkan, pengembangan KSPEAN Wanam sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Langkah ini strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Luasnya kondisi geografis Indonesia memicu tantangan iklim dan pengelolaan air yang berbeda di tiap daerah. Oleh karena itu, pemerataan sentra swasembada pangan menjadi sebuah keharusan agar suplai selalu terjaga.

“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” jelas Dody.

(Lukman Diah Sari)