Gunung Dukono Keluarkan Asap 1.100 Meter, PGA Pastikan Bukan Letusan

Asap putih setinggi 1.000 hingga 1.100 meter teramati keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu pagi. ANTARA/HO- Humas.

Gunung Dukono Keluarkan Asap 1.100 Meter, PGA Pastikan Bukan Letusan

Lukman Diah Sari • 7 November 2026 12:05

Ternate: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono melaporkan asap putih setinggi 1.000 hingga 1.100 meter mengepul dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu pagi, 7 November 2026. Petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono, memastikan kepulan asap tersebut bukan letusan, melainkan aktivitas rutin kawah.

"Ini bukan letusan, tetapi hanya asap putih biasa," kata Bambang, mengutip Antara di Ternate, Sabtu, 7 November 2026.

Bambang menjelaskan, aktivitas Gunung Dukono saat ini masih menunjukkan pola rutin harian. Secara visual, kondisi puncak gunung umumnya tertutup kabut sehingga asap kawah terkadang tidak terlihat jelas.

Asap putih setinggi 1.000 hingga 1.100 meter teramati keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu pagi. ANTARA/HO- Humas.

Asap kawah yang teramati memiliki ketinggian fluktuatif dengan tekanan gas lemah hingga sedang. Pada Sabtu pagi, asap putih terpantau condong ke arah barat hingga barat daya.

Secara seismik, Bambang menyebut gempa letusan masih terjadi meskipun intensitasnya mulai mengalami penurunan. Sementara itu, sebaran debu vulkanik masih teramati tipis bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Bambang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat Gunung Dukono masih berada pada status Level II atau Waspada. Aktivitas pendakian juga masih ditutup sejak 8 Mei 2026, menyusul erupsi yang menewaskan tiga pendaki akibat lontaran material vulkanik.

"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung dan wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer," pesan Bambang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa letusan yang disertai abu vulkanik dapat terjadi secara periodik. Wilayah terdampak sebaran abu bisa berubah-ubah mengikuti arah angin.

Masyarakat di sekitar lereng Gunung Dukono diimbau selalu menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung guna mencegah gangguan sistem pernapasan saat terjadi hujan abu vulkanik.

(Lukman Diah Sari)