Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla tanpa Menunggu Hujan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman (tengah). Foto: BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla tanpa Menunggu Hujan

Fachri Audhia Hafiez • 19 October 2026 17:21

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkapkan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden meminta seluruh jajaran untuk bergerak cepat tanpa bergantung pada faktor cuaca.

"Bapak Presiden juga menyampaikan, jangan menunggu turun hujan, tapi segera berbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan kepada kami untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras," kata Dudung usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 19 Oktober 2026.
 


Dudung menjelaskan dalam rapat terbatas tersebut Kepala Negara menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara masif. Salah satu upaya yang ditingkatkan adalah operasi udara dengan memperbesar kapasitas modifikasi cuaca.

"Sehingga tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat CASA, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya, ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla," ungkap Dudung.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Istimewa.

Selain jalur udara, penanganan di darat terus diperketat melalui pengerahan personel secara terukur dan menyeluruh. Dudung turut mengimbau masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang meragukan keseriusan penanganan karhutla.

"Tidak mudah penanganan situasi terutama masalah karhutla, karena terutama lahan gambut yang tidak bisa semudah itu kita lakukan. Dan ini kita percayakan kepada kita semua, jangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat," tegas Dudung.

Ia memastikan bahwa seluruh aparat gabungan terus bekerja keras di lapangan, demi menuntaskan persoalan ini hingga selesai. "Kami sudah semaksimal mungkin, prajurit-prajurit TNI, Polri, dan sebagainya yang terlibat ini secara masif, dan mohon doanya semoga ini tuntas," ujar Dudung.

(Fachri Audhia Hafiez)