Survei Poltracking: Bansos dan MBG Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran

Poltracking Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Tangkapan layar.

Survei Poltracking: Bansos dan MBG Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran

Nadia Ayu Soraya • 19 October 2026 16:30

Jakarta: Penyaluran bantuan pemerintah yang tepat sasaran serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor paling dominan pendorong kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut terpotret dalam rilis hasil survei terbaru Poltracking Indonesia. 

“Dua alasan puas paling dominan karena bantuan pemerintah tepat sasaran (16,5 persen) dan Program Makan Bergizi Gratis (15 persen),” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, dalam rilisnya, Senin, 19 Oktober 2026.
 


Secara umum mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah. Hasilnya, 55,3 persen menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Sedangkan 40,9 persen mengatakan tidak puas (gabungan kurang puas dan sangat tidak puas),” kata Hanta. 

Secara personal, Prabowo Subianto mendapatkan tingkat kepuasan sebesar 52,3 persen. Sedangkan, Gibran Rakabuming Raka memperoleh tingkat kepuasan 50,9 persen.


Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.

Survei nasional Poltracking Indonesia menggunakan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.

Survei ini melibatkan sebanyak 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan aplikasi oleh pewawancara terlatih, yakni satu pewawancara mewawancarai 10 responden di tiap desa/kelurahan terpilih.

(Fachri Audhia Hafiez)