Ilustasi masker N95. Foto: Pexels.
Jutaan Masker N95 dan Obat ISPA Dibutuhkan di Daerah Terdampak Karhutla
Muhammad Adyatma Damardjati • 17 October 2026 19:44
Jakarta: Kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan di daerah terdampak karhutla terus meningkat. Sejumlah pemerintah daerah membutuhkan jutaan masker N95 dan obat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) untuk menangani korban paparan asap.
Data Kementerian Kesehatan per Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan skala kebutuhan yang besar di sejumlah provinsi. Provinsi Jambi mencatat kebutuhan masker N95 tertinggi, yaitu 2.500.000 unit.
Selain masker, Jambi membutuhkan 270 oksigen concentrator dan 210 nebulizer. Kebutuhan itu menyusul tingginya paparan asap di wilayah tersebut yang berdampak pada kesehatan warga.
Kalteng juga membutuhkan 98 oksigen concentrator dan 88 nebulizer. Kebutuhan itu menunjukkan besarnya tekanan layanan kesehatan akibat lonjakan pasien gangguan pernapasan.
Sedangkan Sumatra Selatan (Sumsel) membutuhkan 12.000 Salbutamol, 10.500 Parasetamol, dan 1.500 tetes mata.
.jpg)
Ilustrasi penderita ISPA. Foto: Antara.
Sumsel juga membutuhkan 10.000 masker N95, 21 oksigen concentrator, dan 42 nebulizer. Kebutuhan obat batuk dan multivitamin turut masuk dalam daftar.
Sejumlah provinsi lain juga mencatat kebutuhan serupa. Kalimantan Selatan (Kalsel) membutuhkan 20.000 masker N95, 50 oksigen concentrator, dan 50 nebulizer. Kalimantan Timur membutuhkan 25.000 masker N95, 10 oksigen concentrator, dan 173 nebulizer.
Sementara itu, untuk data riil ketersediaan stok kesehatan untuk wilayah dengan kategori ISPU Berbahaya dan Sangat Tidak Sehat masih terus dalam proses pengumpulan dari setiap dinas kesehatan terkait. Kondisi itu membuat gambaran pasti kesiapan logistik di lapangan belum sepenuhnya terpetakan.