Prediksi Awal Ramadan dan Lebaran 2027 Versi BRIN

Ilustrasi: Freepik

Prediksi Awal Ramadan dan Lebaran 2027 Versi BRIN

28 September 2026 14:57

Jakarta: Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, membeberikan prediksi awal Ramadan 2027. Analisis ini menggunakan kriteria forum menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). 

Kriteria MABIMS menjadi rujukan negara-negara anggota menentukan awal bulan di kalender Hijriah. Kriteria tersebut menetapkan tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat saat magrib.

Kriteria tersebut digunakan untuk menentukan apakah hilal telah memenuhi syarat masuknya bulan Hijriah baru. Berdasarkan perhitungan dengan kriteria MABIMS inilah perkiraan awal Ramadan dan Idulfitri 2027 dalam analisis Thomas Djamaluddin disusun.

Prediksi Awal Puasa Ramadan 2027

Berdasarkan perhitungan BRIN, 1 Ramadan 1448 H diperkirakan jatuh pada 8 Februari 2027. Thomas menjelaskan, saat masuk magrib pada 7 Februari 2027, kriteria bulan baru berdasarkan MABIMS telah terpenuhi di Indonesia. 

"Maka 1 Ramadan 1448 H menurut kriteria MABIMS: 8 Februari 2027. Kriteria Turki/KHGT telah terpenuhi juga sehingga 1 Ramadan 1448 H menurut kriteria Turki/KHGT: 8 Februari 2027. Demikian juga kriteria Ummul Quro telah terpenuhi, maka 1 Ramadan 1448 H menurut Ummul Quro: 8 Februari 2027," tulis Thomas dalam blog pribadinya, dikutip Senin, 28 September 2026.

Perhitungan menggunakan kriteria Turki atau Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan Ummul Qura juga menghasilkan tanggal yang sama. Ketiga kriteria tersebut sama-sama menempatkan 1 Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027.

Prediksi Idulfitri 2027

Sementara itu, awal Syawal 1448 H, hasil perhitungan menunjukkan perbedaan tanggal antara kriteria MABIMS dengan kriteria lainnya. Memasuki magrib pada 8 Maret 2027, kriteria MABIMS belum terpenuhi di Indonesia. Dengan begitu, bulan puasa berpotensi digenapkan menjadi 30 hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, 1 Syawal 1448 H atau Idulfitri diperkirakan jatuh pada 10 Maret 2027. Sementara itu, kriteria Turki atau KHGT dan Ummul Qura memperkirakan 1 Syawal 1448 H jatuh sehari lebih awal, yakni 9 Maret 2027.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan kriteria yang digunakan dalam menentukan masuknya awal bulan Hijriah.

Ilustrasi. Dok Medcom.id

Perkiraan Awal Ramadan dan Idulfitri 2027

Jika mengacu pada kriteria MABIMS dalam kalender Hijriah Indonesia, berikut perkiraan tanggalnya:
  • 1 Ramadan 1448 H: 8 Februari 2027
  • 1 Syawal 1448 H atau Idulfitri: 10 Maret 2027
Tanggal resmi awal Ramadan dan Idulfitri di Indonesia tetap menunggu penetapan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).

(Siti Nahdia Usman)

(Arga Sumantri)