BNPB Siagakan Personel hingga Peralatan Antisipasi Titik Api Baru di Sumatra dan Kalimantan

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan paparan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (28/10/2026). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

BNPB Siagakan Personel hingga Peralatan Antisipasi Titik Api Baru di Sumatra dan Kalimantan

Achmad Zulfikar Fazli • 28 October 2026 17:31

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi munculnya titik api atau hotspot baru saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Personel dan peralatan tersebut disebar di sejumlah provinsi rawan karhutla.

“Tentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota di mana wilayah terbakar terjadi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.

Berton memerinci 16.387 personel disiagakan di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 12.287 personel di Sumatra Selatan, dan 7.927 personel di Kalimantan Selatan. Peralatan penanganan karhutla disiagakan BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.

Berton mengatakan kesiapsiagaan BNPB tetap dipertahankan, meskipun titik api di sejumlah wilayah menurun. Langkah itu dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan tetap tersedia apabila kembali terjadi kebakaran.

BNPB mencatat per 28 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 359 hektare. "Kami secara rinci bisa menyampaikan Kalimantan Tengah 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatra Selatan sebesar 262 hektare," kata Berton.

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto- Dok. Kemenhut


Terkait penanganan melalui jalur udara, BNPB menyiagakan 61 armada yang terdiri atas 24 armada untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 37 armada untuk pengeboman air atau water bombing. Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan untuk mendukung pembasahan lahan serta mengurangi potensi meluasnya kebakaran.

Berton mengatakan hujan yang turun di sejumlah wilayah membantu upaya pemadaman, terutama untuk membasahi lahan yang terbakar.

"Semoga hujan tetap terjadi sehingga api semua padam, bara dalam permukaan pun tetap padam," ucap Berton.

(Achmad Zulfikar Fazli)