Pemerintah Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains untuk Cegah Karhutla

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Pemerintah Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains untuk Cegah Karhutla

Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 12:48

Jakarta: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut, dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah.

Hanif mengatakan, kejadian karhutla yang berulang tidak dapat lagi dianggap sebagai kondisi biasa. Menurut Hanif, pemerintah perlu memperkuat ketahanan lanskap gambut agar mampu mencegah kebakaran sejak awal.

"Maka kejadian yang terus berulang terutama di lahan gambut ini harus ditangani berdasarkan scientific base," kata Hanif dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.


Program Metro TV 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Foto: M Sholahadhin Azhar.
 

Libatkan pemerintah pusat hingga daerah


Hanif menyebut, sejumlah instrumen telah tersedia untuk memperkuat pengelolaan gambut. Namun, berbagai kapasitas tersebut harus dioperasionalkan secara optimal di lapangan dengan melibatkan pemerintah pusat hingga daerah.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga tinggi muka air gambut melalui pembangunan sekat kanal permanen maupun fungsional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gambut mengalami kekeringan dan menjadi sumber bahan bakar karhutla.

"Kita tidak boleh lagi menganggap ini biasa. Kita tidak boleh mengharapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menangani karhutla," ujar Hanif.

Menurut Hanif, pencegahan juga harus diperkuat melalui program Desa Mandiri Gambut dan Desa Peduli Api. Pemerintah daerah diminta mengawal program tersebut agar tidak berhenti pada tahap perencanaan. (M. Azri Arifin)

(Ade Hapsari Lestarini)