Prabowo Berencana Ubah BNN jadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika

Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Prabowo Berencana Ubah BNN jadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika

Achmad Zulfikar Fazli • 6 October 2026 21:12

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto berencana mengubah nama Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika (BNPN). Hal itu disampaikan Presiden saat acara penyerahan uang dan lahan hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta.

"BNN, Badan Narkotika (Nasional) ya, yang nanti akan kita perbaiki namanya (menjadi) Badan Nasional Penanggulangan Narkotika," kata Presiden di hadapan sejumlah pejabat negara dan jaksa-jaksa di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam acara tersebut, Prabowo memuji kinerja BNN yang berhasil menangkap penyelundupan narkotika dari luar negeri serta memberantas jaringan peredaran narkotika.

"(BNN) juga telah berhasil memberantas puluhan jaringan-jaringan narkoba, puluhan kampung-kampung narkoba. Rupanya di Indonesia ini ada kampung narkoba. Kalau ada petugas masuk, petugas yang diserang. Sudah ada beberapa petugas kepolisian yang mati mau tertibkan narkoba," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, tantangan itu tidak hanya dialami Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah beserta aparat akan bekerja lebih keras menindak pelanggaran-pelanggaran hukum yang mengancam nyawa rakyat Indonesia.

Dalam waktu yang sama, Presiden mengeluarkan kembali peringatan kepada mereka yang masih melanggar aturan.

"Sekarang saya katakan dengan contoh yang dirintis oleh Satgas PKH, lembaga-lembaga lain ikut, perusahaan-perusahaan negara sudah mulai membersihkan diri, yang tidak mau membersihkan diri, tunggu waktunya saja. Karena, kita tidak akan berhenti. Kita tidak akan ragu-ragu. Lebih baik saudara bersihkan diri, tertibkan diri, pengakuan dosa, cepet-cepet lapor, jadi saudara bisa menjadi justice collaborator," kata Prabowo.

Ilustrasi. Dok. MI


Presiden menegaskan jika mereka yang telah diperingatkan memilih tidak bertaubat, negara tidak akan berkompromi.

"Kalau mau main-main taktik, perlawanan diem-diem, deep state, pura-pura patuh tetapi menghalangi, sabotase dari dalam, kita bukan bodoh. Saya menahan diri, saya memberi kesejukan, tetapi saya kira kita sudah dalam tahap sudah tidak mau lagi, terlalu banyak kompromi," kata Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)