Ilustrasi. Foto: Magnific.
Nasdaq Anjlok 2,6%, Saham Teknologi AS Tertekan Kekhawatiran AI
Ade Hapsari Lestarini • 23 October 2026 07:41
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat, di tengah kekhawatiran baru terkait pengeluaran oleh perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI).
Melansir Xinhua, Jumat, 23 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,89 poin atau 0,02 persen menjadi 52.867,98. S&P 500 turun 93,74 poin atau 1,21 persen menjadi 7.663,43. Indeks Nasdaq Composite melemah 694 poin, atau 2,6 persen menjadi 26.008,86.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor barang kebutuhan pokok konsumen (consumer staples) dan utilitas memimpin kenaikan, masing-masing naik 3,11 persen dan 1,98 persen. Sementara itu, sektor layanan komunikasi dan teknologi mencatat penurunan terdalam, masing-masing melemah 3,01 persen dan tiga persen.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) anjlok pada Kamis seiring dengan langkah investor yang mencari aset aman (safe haven) pada obligasi pemerintah. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun, yang menjadi acuan, turun lebih dari 17 basis poin menjadi 4,957 persen, level terendah dalam hampir sebulan sekaligus penurunan harian terbesar sepanjang tahun ini. Imbal hasil tenor 30 tahun turun lebih dari 12 basis poin menjadi sekitar 5,28 persen.
Harga minyak dunia melonjak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Minyak mentah berjangka Brent ditutup pada harga USD113,17 per barel, naik empat persen dan mencapai level tertinggi sejak Mei. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,39 persen menjadi USD99,47 per barel.
Kenaikan ini terjadi menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap target-target di Arab Saudi, serta laporan Amerika Serikat dan Israel tengah menyusun rencana untuk melakukan serangan terhadap Iran setelah pemilihan umum sela AS pada 3 November 2026.
"Ini adalah hari yang luar biasa di Wall Street," ujar penasihat kekayaan senior sekaligus ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest yang berbasis di Elmhurst, Illinois, Paul Nolte.
"Satu-satunya sektor pasar yang benar-benar terpuruk saat ini adalah teknologi, sektor yang sebelumnya menjadi primadona pasar hingga sekitar Juni. Para investor mulai menyadari adanya celah dalam narasi seputar kecerdasan buatan (AI)."

Ilustrasi. Foto: Magnific.
Baca Juga :
Wall Street Merekah, Nasdaq Melonjak 1%
Saham sektor cip mengalami tekanan berat
Di sektor korporasi, saham Meta Platforms anjlok sekitar tujuh persen, meskipun perusahaan melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar USD64,6 miliar, naik 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi Wall Street.
Saham Tesla turun lebih dari tiga persen setelah melaporkan laba yang disesuaikan sebesar 48 sen per saham (mengungguli ekspektasi), namun dengan pendapatan yang stagnan di angka USD28 miliar, serta pemangkasan proyeksi belanja modal untuk 2026 menjadi sekitar USD20 miliar. Saham SpaceX merosot lebih dari sembilan persen, menghapus seluruh kenaikan yang dicapai pada Rabu setelah kuartal pertama yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut.
Saham-saham sektor cip mengalami tekanan berat. Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok hampir enam persen; saham Lam Research jatuh 11,76 persen setelah perusahaan memperingatkan kendala rantai pasok akan menghambat pengiriman, sementara saham Intel, AMD, Micron, dan Nvidia masing-masing turun lebih dari empat persen.
Saham GE Vernova merosot 10,64 persen di tengah kekhawatiran mengenai pendanaan AI yang dipicu oleh prospek belanja Meta, sementara saham CoreWeave turun lebih dari 10 persen.
Di sektor ekonomi, jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun sebanyak 6.000 menjadi 194 ribu (setelah disesuaikan secara musiman) pada pekan lalu. Angka ini mendekati level terendah dalam 57 tahun terakhir dan berada di bawah ekspektasi para ekonom yang memprediksi angka 200 ribu, yang mengindikasikan stabilitas pasar tenaga kerja.
Indeks ekonomi utama (leading economic index) dari The Conference Board tercatat tidak mengalami perubahan pada September, yakni tetap di angka 99,6.
Mengingat Federal Reserve sedang berada dalam periode tenang (quiet period) menjelang pertemuan kebijakan, perhatian kini tertuju pada pertemuan 27–28 Oktober, di mana para pelaku pasar secara luas memperkirakan para pengambil kebijakan akan mempertahankan suku bunga di level saat ini.