Pembukaan perlombaan Kampung Siaga Tuberkulosis (KST) dan Kampung Bebas Jentik (KBJ) di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (23/10/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Cara Pemkot Jaktim Tingkatkan Pencegahan DBD-TBC
Anggi Tondi Martaon • 24 October 2026 11:34
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) memiliki cara dalam meningkatkan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC). Yakni, melalui lomba puskesmas se-Jaktim.
"Lomba ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan peran serta lintas sektor dalam menekan angka kasus DBD dan TBC di Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur Arief Wahyudhy dikutip dari Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Lomba yang digelar yaitu lomba Kampung Siaga Tuberkulosis (KST) dan Kampung Bebas Jentik (KBJ). Kegiatan tersebut diikuti kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan perwakilan dari 10 tim.
Masing-masing tim merupakan perwakilan puskesmas tingkat kelurahan dan puskesmas kecamatan yang berasal dari 10 kecamatan se-Jakarta Timur.
Perlombaan berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat, 23 Oktober 2026 untuk lomba KBJ dan Senin, 26 Oktober 2026, untuk lomba KST. Nantinya, tiga besar dalam lomba KBJ akan dilakukan verifikasi lapangan untuk mewakili Jakarta Timur di tingkat Provinsi DKI.
Arief menjelaskan kegiatan ini juga sebagai upaya mengapresiasi masyarakat, kader jumantik, pengurus RT/RW, dan stakeholders lainnya dalam pencegahan DBD dan TBC.
"DBD dan TBC ini tidak bisa ditangani sektor kesehatan saja tapi peran lintas sektor peran masyarakat, semua perlu berperan," jelas Arief.

Ilustrasi DBD. Foto: Freepik.
Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, peningkatan kasus terjadi sejak Januari hingga Maret 2026, kemudian mengalami penurunan pada April dan Mei.
Tren kasus antara Juli dan Agustus 2026 kembali menunjukkan penurunan. Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 48 kasus DBD.
Sementara itu, jumlah pasien rawat inap akibat DBD pada periode 20-26 Agustus 2026 tercatat sebanyak 11 kasus. Kemudian, temuan kasus Tuberkulosis di wilayah Jakarta Timur pada Januari hingga Oktober 2026 sebanyak 11.575 orang dan yang sudah memulai pengobatan sebanyak 8.992 orang.