Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Bitcoin Anjlok 4% Hari Ini, Jadi Rp1,6 Miliar
Ade Hapsari Lestarini • 5 November 2025 18:08
Jakarta: Harga bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan jual signifikan pada perdagangan Rabu, 5 November 2025. Aset kripto utama ini tergelincir lebih dari empat persen, menembus batas psikologis penting di bawah USD104 ribu atau setara Rp1,69 miliar.
Melansir Indodax, aksi jual masif dari pelaku pasar bahkan sempat membuat BTC diperdagangkan di bawah USD100 ribu. Kondisi ini menandai salah satu tekanan jual paling signifikan yang dialami pasar sejak Oktober 2018.
Penurunan tajam ini diiringi lonjakan volume perdagangan global hingga 81 persen yang mencapai USD82 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan kekhawatiran dan aktivitas perdagangan di kalangan trader di tengah munculnya berbagai analisis baru.
Baca Juga :
Kenapa Harus Punya Aplikasi Bitcoin di 2025
Koreksi bitcoin belum usai
Menurut analis Sunny Mom dari CryptoQuant, harga Bitcoin saat ini dinilai belum mencapai local bottom atau titik terendah jangka pendek. Ia menyoroti perilaku short-term holders (STH), atau pemegang BTC 1-3 bulan, yang cenderung menjadi indikator awal saat terjadi koreksi pasar.
Menariknya, kelompok smart money yang merupakan pemegang 3-6 bulan justru terlihat masih menunggu di luar pasar. Mereka terpantau belum melakukan akumulasi besar, yang menandakan keyakinan harga masih bisa turun lebih jauh.
Transisi perilaku investor ini menegaskan pasar kemungkinan masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Kondisi ini menunjukkan pemulihan dini belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Ilustrasi. Foto: Freepik
Minat institusional menurun, harga makin tertekan
Kelesuan pasar juga tercermin jelas dari menurunnya minat institusional terhadap Bitcoin. Data dari Farside Investors menunjukkan produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus keluar (outflow) bersih sebesar USD186,5 juta pada Senin, 3 November 2025.
Dalam empat hari perdagangan terakhir, total dana yang ditarik keluar dari ETF telah mencapai USD1,33 miliar. Arus keluar ini menandakan investor institusional masih bersikap sangat hati-hati terhadap volatilitas harga BTC.
Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, menilai tren ini menunjukkan minat beli belum cukup kuat untuk menyerap pasokan di harga tinggi. Meskipun permintaan jangka panjang meningkat, pertumbuhannya saat ini masih berada di bawah tren historis.
Prediksi: BTC bisa sentuh USD80 ribu
Dalam unggahan di platform X, analis pasar Ali Martinez turut memperingatkan bitcoin belum selesai koreksi. Ia menilai BTC bisa saja lebih dulu mencapai all-time high baru, sebelum akhirnya berbalik arah secara tajam.
Martinez memprediksi harga bisa terkoreksi dalam hingga ke level USD80 ribu dalam fase koreksi besar yang akan datang. Ia melihat pola ini mirip dengan siklus pasar sebelumnya, dan euforia kenaikan tajam sering kali diikuti oleh brutal reversal atau pembalikan arah cepat akibat aksi ambil untung besar-besaran.
Penurunan harga bitcoin sebagai aset utama juga menyeret pasar altcoin secara keseluruhan. Mayoritas aset kripto alternatif mengalami koreksi harian di kisaran 2-5 persen, sejalan dengan menurunnya sentimen risiko di pasar. Investor ritel dan institusional kini tampak memilih bersikap defensif. Pelaku pasar menunggu sinyal pemulihan yang lebih solid sebelum memutuskan kembali masuk ke pasar aset kripto.
Meskipun pandangan jangka panjang terhadap adopsi BTC masih positif, kondisi pasar saat ini menuntut kehati-hatian ekstra dari para trader. Tekanan jual yang tinggi dan arus keluar dana institusional menjadi faktor utama yang perlu dicermati dalam beberapa hari ke depan. (Daffa Yazid Fadhlan)