Kekerasan Perempuan Pembela HAM Terjadi dari Komunitas Terdekat

Komnas HAM. Foto: MI

Kekerasan Perempuan Pembela HAM Terjadi dari Komunitas Terdekat

Theofilus Ifan Sucipto • 7 December 2023 14:52

Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti ancaman dan kekerasan yang menghantui para pembela HAM perempuan. Ironisnya, tindakan itu justru datang dari komunitas terdekat.

"Sering terjadi pelanggaran berasal dari keluarga, kerabat, dan masyarakat di mana mereka tinggal, hidup, dan memperjuangkan HAM," kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dalam Konferensi Nasional Pembela HAM di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 Desember 2023.

Atnike mengatakan perempuan pembela HAM merupakan salah satu dimensi yang perlu diperhatikan. Sebab, mereka rentan mengalami ancaman.

"Bahkan berisiko mengalami kekerasan dalam bentuk-bentuk tertentu karena identitas gendernya," ujar dia.
 

Baca juga: 39 Dugaan Pelanggaran HAM Indonesia Fenomena Puncak Gunung Es

Atnike menyebut kekerasan pada perempuan pembela HAM biasanya berbeda dengan pembela HAM pada umumnya. Potensi mengalami kekerasan seksual dan reputasi keperempuanannya dinilai tinggi.

"Ini semakin meningkat dengan penggunaan media sosial sebagai sarana menyerang atau mem-bully perempuan pembela HAM," papar dia.

Selain itu, upaya perlindungan juga seyogianya diberikan pada pembela HAM dari kelompok marjinal lainnya. Mulai dari pembela HAM penyandang disabilitas, pembela HAM masyarakat adat, hingga pembela HAM dari agama dan kepercayaan minoritas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)