Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran 82,44 Persen, Elektabilitas Gerindra Melonjak

program-program pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai merakyat

Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran 82,44 Persen, Elektabilitas Gerindra Melonjak

4 November 2024 15:58

Jakarta: Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 82,44 persen. Sementara itu, publik yang tidak puas sebesar 14,20 persen, dan masyarakat yang belum memberikan pendapatnya atau tidak tahu/tidak jawab tercatat 3,36 persen.

Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Lembaga survei Pusat Riset Indonesia (PRI) bertajuk 'Persepsi dan Perilaku Publik Terhadap Satu Tahun Kepemimpinan Presiden/Wapres RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Mata Masyarakat Indonesia dan Memotret Elektabilitas Partai Politik'.

Survei dilakukan di 38 provinsi. Menurut PRI, tingginya kepuasan publik ini merupakan bukti nyata bahwa program-program pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai merakyat dan langsung dirasakan masyarakat.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dan ibu hamil, Program Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, serta upaya penguatan ketahanan energi dan ketahanan pangan disebut menjadi faktor pendorong utama.

Selain itu, kebijakan seperti pengurangan pajak dan penguatan Koperasi Merah Putih juga mendapat apresiasi publik.

Adapun penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto antara lain, program MBG dan Sekolah Rakyat (20,55 persen), penegakan hukum dan pemberantasan korupsi (15,25 persen), perbaikan ketahanan energi (14,60 persen), upaya mengurangi kemiskinan (11,36 persen), peningkatan kualitas pendidikan, lapangan kerja, dan pangan (10,33 persen).

Selain itu, program kesehatan gratis dan pendidikan dinilai sangat serius oleh 10,15 persen responden, disusul pembangunan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih (7,36 persen), serta kepercayaan terhadap tanggung jawab kepemimpinan Prabowo (7,35 persen). Adapun program rumah susun untuk masyarakat kecil mendapat 3,05 persen penilaian positif.

Tingkat kepuasan publik yang menyatakan sangat memuaskan mencapai 14,89 persen, sementara yang cukup memuaskan 67,55 persen. Di sisi lain, yang menyatakan tidak memuaskan sebesar 10,55 persen, dan sangat tidak memuaskan 3,65 persen.

Gerindra Puncaki Elektabilitas, Golkar Naik, PDIP Turun

Kepuasan publik terhadap pemerintahan berdampak langsung pada peta politik nasional. PRI mencatat Partai Gerindra mengalami lonjakan elektabilitas signifikan, dari 13,22 persen pada Pemilu 2024 menjadi 22,13 persen pada survei Oktober 2025.

Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari kinerja politik Gerindra serta program-program nyata Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum partai.

Sementara itu, Partai Golkar juga menunjukkan tren positif, naik dari 15,29 persen menjadi 17,21 persen, atau meningkat 1,92 persen. Kenaikan ini dinilai sebagai dampak dari penguatan mesin politik partai dan figur Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM di kabinet Prabowo–Gibran.

Sebaliknya, PDIP mengalami penurunan elektabilitas, dari 16,72 persen pada Pemilu 2024 menjadi 14,10 persen.

Di level papan menengah, elektabilitas partai-partai lainnya menunjukkan persaingan ketat: PKB 8,15 persen, Demokrat 7,89 persen, PAN 7,89 persen, Nasdem 7,48 persen, PKS 6,15 persen. Masih terdapat 2,38 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan (swing voters).

PSI mencatat 4,25 persen, Sementara PPP justru mengalami penurunan tajam dari 3,87 persen menjadi 1,85 persen.

Menurut Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, apabila pemilu digelar hari ini, maka Partai Gerindra akan bertengger di posisi teratas, disusul Golkar dan PDIP di papan atas.

“Kesolidan infrastruktur mesin politik partai Gerindra, serta pengaruh besar sosok Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Ketua Umum partai, berpotensi membuat Gerindra unggul dalam lima tahun ke depan,” ujar Deni Yusup.

Survei PRI dilakukan pada 10–20 Oktober 2025, menggunakan metode simple random sampling dengan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Responden merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, yang dipilih secara proporsional hingga tingkat desa atau RT.

Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pertanyaan survei mencakup evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Prabowo–Gibran serta pemetaan elektabilitas partai politik di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com