Tentara Israel berkumpul di dekat perbatasan dengan Lebanon, 30 September 2024. (Atef Safadi/EPA-EFE)
Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon untuk Tekan Hizbullah dari Perbatasan
Willy Haryono • 30 March 2026 09:50
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi memerintahkan perluasan operasi militer lebih jauh ke wilayah Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret.
Dikutip dari India Today, Senin, 30 Maret 2026, langkah tersebut diambil Israel guna menghentikan serangan roket serta rudal antitank kelompok Hizbullah yang terus menyasar wilayah utara Israel.
Dalam pernyataan resminya melalui Komando Utara Israel, Netanyahu menegaskan bahwa perluasan zona keamanan ini bertujuan untuk menggagalkan ancaman invasi dan menjauhkan daya jangkau tembakan Hizbullah dari pemukiman warga Israel di perbatasan.
Meski demikian, pihak Tel Aviv belum merinci apakah operasi ini akan melampaui Sungai Litani yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan.
Pengumuman ini menandai peningkatan intensitas pertempuran yang dipicu oleh serangan balasan Hizbullah pasca-serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran awal bulan ini.
Netanyahu mengeklaim pasukan Israel telah mengeliminasi ribuan pejuang Hizbullah dan secara signifikan mengurangi cadangan rudal kelompok tersebut. Israel bertekad untuk mengubah situasi keamanan di perbatasan utara secara fundamental agar warga sipil dapat kembali dengan aman.
Konflik yang pecah sejak 2 Maret 2026 ini telah menelan korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang tewas akibat serangan udara dan operasi darat Israel, termasuk warga sipil dan tenaga medis.
Sumber internal kelompok tersebut mengatakan lebih dari 400 pejuang mereka telah gugur dalam pertempuran. Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi empat tentara mereka tewas dalam operasi tempur di wilayah Lebanon Selatan.
Netanyahu menegaskan bahwa kampanye militer di Lebanon merupakan bagian dari perang multi-front melawan Iran dan sekutu regionalnya, termasuk Hamas di Gaza. Ia berargumen bahwa operasi militer Israel saat ini secara konsisten memperlemah pengaruh Teheran di seluruh kawasan Timur Tengah.
Perluasan operasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut, mengingat keterlibatan langsung berbagai aktor regional dan dukungan militer Amerika Serikat di balik operasi Israel. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan 9 Orang, Beberapa Warga Luka