Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Catat Angka Kecelakaan Menurun

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Dok Jasa Raharja)

Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Catat Angka Kecelakaan Menurun

Lukman Diah Sari • 23 March 2026 17:11

Jakarta: Jasa Raharja mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Siaga Lebaran 2026 periode 13–22 Maret 2026. Data menunjukkan tren positif dalam upaya peningkatan keselamatan transportasi, khususnya pada momen mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun bersama Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut tercatat sebanyak 2.119 kejadian. Angka itu menurun sekitar dua persen dibandingkan periode yang sama pada Siaga Lebaran 2025 yang mencapai 2.179 kejadian.

Kemudian, total korban kecelakaan pada periode Siaga Lebaran 2026 tercatat 3.597 orang. Angka itu menurun sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.684 orang.

Penurunan paling signifikan terlihat pada jumlah korban meninggal dunia yakni tercatat 190 orang, turun 28 persen dari tahun sebelumnya, sebanyak 266 orang. Sementara itu, korban luka-luka tercatat sebanyak 3.407 orang, relatif stabil dengan penurunan tipis 0,3 persen.


Minibus bernomor polisi A 1896 UM yang melaju dari arah Cilegon menuju Malang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 561 A. Metro TV

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menyampaikan, bahwa penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode Siaga Lebaran 2026 merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor utama. Pertama, kata dia, adanya penguatan manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan Korlantas Polri.

"Kebijakan work from anywhere yang telah diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya juga memberikan dampak signifikan dalam membantu pemerataan arus mudik tahun ini,” ujar Awaluddin dalam rilis resmi pada Senin, 23 Maret 2026.

Selain itu, peningkatan kesiapan infrastruktur, baik jalan tol maupun jalan arteri, serta fasilitas pendukung seperti rest area dan Pos Pelayanan Terpadu juga turut membantu mengurangi tingkat kelelahan pengemudi selama perjalanan mudik. Menurut Awaluddin, intensifikasi kampanye keselamatan transportasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Jasa Raharja, juga memberikan kontribusi.

“Selain itu, kami juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk berkendara secara lebih tertib dan berhati-hati,” jelas dia. 

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Dok Jasa Raharja)

Hingga kini, kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua, yang umumnya disebabkan kelelahan akibat kurangnya istirahat serta rendahnya kepatuhan dalam menjaga jarak aman. Oleh karena itu, kata dia, BUMN dan Danantara bersama 96 BUMN, termasuk Jasa Raharja, terus mendorong penurunan angka kecelakaan melalui berbagai upaya preventif dengan mengalihkan masyarakat ke moda transportasi umum melalui Mudik Gratis.

"Ke depan, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk mengutamakan keselamatan dengan memilih moda transportasi yang lebih aman serta tetap disiplin dalam berkendara," pesan dia.

Dia menerangkan bahwa setiap penurunan fatalitas mencerminkan hadirnya negara dalam melindungi warga. Jasa Raharja meyakini bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap nyawa yang terselamatkan merupakan wujud nyata dari pelayanan yang humanis, responsif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui implementasi Zero Pending Claim, sebagai upaya memastikan setiap hak santunan korban kecelakaan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan tanpa penundaan. Hingga 22 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp9,5 miliar kepada 190 korban atau ahli waris, sebagai wujud nyata kehadiran negara di saat yang paling dibutuhkan. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan Mudik Nyaman Bersama dan Lebaran Nyaman Bersama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)