Perkuat Konservasi, Kemenhut Bahas Kerja Sama Sister Park dengan Jepang

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah) saat melakukan kunjungan di Fuji-Hakone-Izu National Park, Jepang. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.

Perkuat Konservasi, Kemenhut Bahas Kerja Sama Sister Park dengan Jepang

Fachri Audhia Hafiez • 30 March 2026 12:44

Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Jepang tengah menjajaki kerja sama strategis dalam pengelolaan kawasan konservasi melalui inisiatif pengembangan sister park. Langkah ini bertujuan untuk mendorong taman nasional (TN) di Indonesia agar mampu bersaing dan diakui di level internasional.

“Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat posisi taman nasional Indonesia agar semakin dikenal di tingkat global,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dikutip dari Antara, Senin, 30 Maret 2026.
 


Raja Juli menjelaskan bahwa kerja sama ini akan menghubungkan Fuji-Hakone-Izu National Park di Jepang dengan sejumlah taman nasional di tanah air yang memiliki karakteristik ekosistem serupa. Beberapa kandidat kuat di antaranya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Melalui program sister park, kedua negara diharapkan dapat saling bertukar keahlian dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengoptimalkan potensi wisata lingkungan.

“Kerja sama sister park ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang konservasi dan pengembangan ekowisata,” tambah Raja Juli.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan) saat melakukan kunjungan di Fuji-Hakone-Izu National Park, Jepang. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.

Penjajakan ini dilakukan Raja Juli bersama Direktur Fuji-Hakone-Izu National Park, Shichimeko Shuichi, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang. Pihak Jepang menyambut baik usulan tersebut dan berencana menindaklanjutinya melalui technical workshop untuk merumuskan kerangka kerja yang implementatif.

Selain sektor kehutanan, diplomasi konservasi ini juga menyentuh aspek perlindungan satwa liar. Sebelumnya pada Sabtu, 28 Maret 2026, Menhut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Prefektur Shizuoka terkait program breeding loan Komodo (Varanus komodoensis).

“Pengembangan kerja sama sister park dengan Fuji-Hakone-Izu National Park dan MoU breeding loan Komodo menjadi program Kementerian Kehutanan untuk membantu memperkuat hubungan Indonesia-Jepang yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang,” ujar Raja Juli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)