Ilustrasi. Foto: Freepik.
Tren Penurunan Harga Minyak Terhenti, Brent Naik 4%
Eko Nordiansyah • 24 September 2026 08:22
Houston: Tren penurunan harga minyak selama lima sesi berakhir secara mendadak pada Rabu, 23 September 2026. Harga acuan global melonjak lebih dari USD4 per barel setelah harapan akan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran meredup.
Dikutip dari Investing, Kamis, 24 September 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November melonjak 4,2 persen menjadi USD103,37 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 2,4 persen menjadi USD92,71 per barel.
Iran tunjukkan sikap menantang di PBB
Sehari setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato yang berapi-api di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Iran Masoud Pezeshkian membalas dengan pidato yang tak kalah sengit."Presiden Amerika Serikat menyebut kami sebagai 'teroris'. Kami justru telah menjadi korban terorisme. Saya berasal dari Iran, negara di mana Pemimpin Tertinggi kami yang dihormati dibunuh tanpa dasar hukum atau alasan yang jelas. Kami hanya membela diri; kami bukan teroris," ujar Pezeshkian di hadapan Majelis Umum PBB.
Presiden Iran tersebut menegaskan bahwa Iran tidak pernah menjadi agresor dan bahwa negaranya ingin bekerja sama dan berkolaborasi demi keamanan. Ia juga menyinggung ambisi nuklir Iran, dengan menyatakan teknologi nuklir diperlukan untuk kemajuan Iran dan senjata nuklir tidak akan dikembangkan.
"Sepatah kata bagi mereka yang bertanggung jawab merencanakan dan melakukan agresi terhadap negara kami, mereka telah belajar bahwa Iran tidak bisa dipaksa untuk menyerah," kata Pezeshkian.
"Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut. Tuan Trump dan pihak-pihak yang ingin menindas kami harus memahami bahwa Iran siap untuk dialog, diplomasi, dan negosiasi tanpa menerima bahasa kekerasan," tambahnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok ICDX)
Pidato tersebut disampaikan sehari setelah harapan diplomatik meningkat berkat konfirmasi Trump bahwa perwakilannya telah berbicara dengan delegasi Iran selama tiga jam dan menyebut pertemuan itu sangat baik.
Pernyataannya yang lebih lunak turut memperbaiki sentimen pasar, yang menyebabkan harga minyak turun selama lima hari berturut-turut, di mana harga Brent ditutup di bawah USD100 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua minggu.
Namun, pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedikit meredupkan optimisme tersebut dengan menyatakan bahwa ia tidak akan menyebut pembicaraan itu sebagai terobosan besar, melainkan lebih sebagai kelanjutan dari percakapan yang telah terjadi di masa lalu.
Sebelumnya pada hari yang sama, Reuters melaporkan bahwa Iran sedang meninjau tanggapan AS terhadap usulannya untuk mengakhiri permusuhan, mengutip seorang pejabat senior Iran.
Menurut pejabat tersebut, pembicaraan tidak langsung di PBB pada hari Selasa itu mencakup pembahasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut Amerika yang sedang berlangsung.
Harga minyak juga tertekan selama lima sesi terakhir akibat upaya Arab Saudi untuk mengimbangi penutupan Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) yang vital, yang rusak di tengah meluasnya konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Pada hari Selasa, Reuters melaporkan Arab Saudi telah memulai kembali operasi pipa tersebut dan dapat melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah, mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Gedung Putih respons laporan mengenai larangan ekspor solar
Sementara itu, lonjakan harga solar tetap menjadi topik pembahasan utama, dengan harga rata-rata nasional AS mencapai rekor tertinggi sebesar USD6,5276 per galon pada Selasa. Di tengah situasi ini, anggota parlemen dari Partai Republik yang mewakili Iowa mendesak diberlakukannya larangan ekspor solar. Solar merupakan bahan bakar utama yang digunakan para petani Amerika untuk mengoperasikan mesin-mesin pertanian mereka.Seruan tersebut juga didukung oleh Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent; Bessent menyatakan bahwa kemungkinan penerapan larangan semacam itu sedang dikaji.
Pada Rabu, Politico melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan larangan ekspor solar selama 90 hari, meskipun terdapat perbedaan pendapat internal dan penentangan dari industri minyak. Namun, Reuters kemudian mengutip pernyataan seorang pejabat Gedung Putih yang menyebut laporan tersebut sebagai "berita palsu."
Cadangan minyak mentah komersial meningkat
Di dalam negeri, menurut Energy Information Administration (EIA), inventaris minyak mentah komersial AS meningkat sebesar tiga juta barel pada pekan yang berakhir 18 September, sehingga totalnya mencapai 426,4 juta barel. Peningkatan ini memutus tren penurunan selama tiga pekan berturut-turut dan meleset dari perkiraan penurunan sebesar 700 ribu barel.EIA menyatakan total inventaris, termasuk SPR, naik sebesar 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 18 September menjadi total 711 juta barel. Sebelumnya, total stok sempat mengalami penurunan selama lima pekan berturut-turut.