Ilustrasi pembudidaya rumput laut. Foto: dok Ullu.
Rantai Pasok Rumput Laut Indonesia Mulai Diperkuat dengan Sistem Tertelusur
Ade Hapsari Lestarini • 7 September 2026 17:59
Makassar: Perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu, mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan pembudi daya rumput laut, pemasok, dan mitra di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran entitas tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok rumput laut yang dapat ditelusuri asal-usulnya dan memenuhi standar budi daya yang bertanggung jawab.
PT Uluu Solusi Indonesia akan dipimpin Dian Kurniawati sebagai Presiden Direktur dan Boedi Sardjana Julianto sebagai Komisaris. Boedi merupakan pakar rumput laut yang memiliki pengalaman dalam budi daya perairan berkelanjutan dan pengembangan rantai pasok rumput laut di Indonesia maupun internasional.
Presiden Direktur PT Uluu Solusi Indonesia Dian Kurniawati mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan bahan baku berbasis rumput laut. Karena itu, penguatan kemitraan dengan pembudi daya lokal menjadi salah satu fokus perusahaan.
"Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut," ujar Dian, dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.
Menurut dia, ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, serta manfaat bagi masyarakat pembudi daya menjadi bagian yang dikembangkan dalam rantai pasok perusahaan di Indonesia.
Co-founder dan Co-CEO Uluu Dr Julia Reisser mengatakan keberadaan tim di Indonesia memungkinkan perusahaan bekerja lebih langsung dengan mitra lokal dan pembudi daya seiring peningkatan kegiatan usaha.
"Rumput laut merupakan bahan dasar material kami, sehingga cara rumput laut dibudidayakan dan lokasi budi dayanya sangat penting," ujar Julia.

Presiden Direktur PT Uluu Solusi Indonesia Dian Kurniawati. Foto: dok Uluu.
Pengiriman rumput laut tertelusur
Uluu telah menyelesaikan pengiriman perdana rumput laut yang sepenuhnya tertelusur dari CV Persada Semesta di Sulawesi Selatan. Bersama Koltiva, perusahaan mencatat informasi mengenai asal-usul dan pergerakan rumput laut secara digital, mulai dari tingkat pembudi daya hingga proses pengolahan dan pengiriman.
Proyek percontohan tersebut ditujukan untuk meningkatkan visibilitas rantai pasok sekaligus mengembangkan sistem yang dapat diperluas seiring peningkatan produksi.
General Manager CV Persada Semesta Indra Santoso mengatakan sistem ketertelusuran dapat membantu pemantauan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pembudi daya hingga pengiriman.
"Ketertelusuran membantu kami memahami dan meningkatkan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pembudi daya hingga pengiriman akhir," ujar Indra.
Selain sistem ketertelusuran, Uluu meluncurkan Aquaculture Improvement Program (AIP) atau Program Peningkatan Budi Daya Perairan di Luwu, Sulawesi Selatan. Program tersebut dijalankan melalui Seafood Savers, platform inisiatif WWF-Indonesia, bersama mitra rantai pasok Uluu, CV Persada Semesta.
AIP bertujuan memperkuat praktik budi daya dan sistem pengelolaan agar selaras dengan Standar Rumput Laut ASC-MSC. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung proses pemasok menuju sertifikasi serta mendorong praktik produksi yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Uluu bersama mitranya menargetkan pengembangan rantai pasok rumput laut bersertifikat ASC-MSC pertama di Indonesia. Dengan demikian, perusahaan menargetkan pasokan rumput laut yang tertelusur dan tersertifikasi secara independen. Program akan dilaksanakan bersama pemasok, pembudi daya, dan tim lokal dengan menyesuaikan perbaikan praktik budi daya terhadap kondisi di lapangan.
"Ini masih merupakan langkah awal bagi kami di Indonesia. Kami memulainya melalui proyek percontohan yang terfokus, belajar bersama para mitra, dan menyempurnakan sistem sebelum memperluasnya ke jaringan yang lebih luas," kata Dian.