Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Dok. Antara.
BMKG Prediksi Awan Cumulonimbus Tumbuh Luas di 3 Wilayah Ini
Silvana Febiari • 2 September 2026 20:22
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tiga wilayah berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) kategori Frequent. Pertumbuhan awan tersebut diprakirakan terjadi pada 3-9 September 2026.
Berdasarkan informasi BMKG, ketiga wilayah tersebut mencakup Papua, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Kategori Frequent (FRQ) menunjukkan potensi pertumbuhan awan Cb dengan cakupan spasial lebih dari 75 persen. Kondisi tersebut diprakirakan terjadi selama periode tujuh hari ke depan.
Selain tiga wilayah tersebut, pertumbuhan awan Cb kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan spasial 50-75 persen juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain.
Wilayah yang masuk kategori tersebut antara lain Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Potensi awan Cb kategori OCNL juga terdapat di Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia Periode 3-9 September 2026. (Dokumentasi/ BMKG)
Sementara di wilayah perairan, potensi pertumbuhan awan Cb kategori OCNL diprakirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian barat, Selat Karimata bagian utara, Selat Malaka bagian tengah dan utara, serta Samudra Pasifik bagian utara Papua dan Papua Barat Daya.
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Nias.
BMKG menjelaskan informasi potensi pertumbuhan awan Cb merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan dari model cuaca numerik. Informasi ini digunakan untuk memprakirakan sebaran pertumbuhan awan Cb di wilayah Indonesia tujuh hari ke depan.
Dalam prakiraan tersebut, kategori Isolated (ISOL) menunjukkan cakupan awan Cb kurang dari 50 persen. Adapun Occasional (OCNL) berada pada cakupan 50-75 persen, sedangkan Frequent (FRQ) mencakup lebih dari 75 persen.