Pertamina Optimalkan Efisiensi Operasional di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Gedung Pertamina. Foto: dok Pertamina.

Pertamina Optimalkan Efisiensi Operasional di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Husen Miftahudin • 10 March 2026 14:30

Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh rantai bisnis sebagai respons dari harga minyak dunia yang melampaui USD100 per barel akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

"Perusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh rantai bisnis," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.

Selain itu, Pertamina juga menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan energi nasional dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.

Diketahui, harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai USD118 per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar USD64 per barel dan WTI AS berada di angka USD57,87 per barel.

"Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran USD100 per barel," ucap Baron.
 

Baca juga: Block Mode Jadi Inovasi Andalan Kilang Cilacap Pangkas Ketergantungan Minyak dari Timur Tengah


(Ilustrasi. Foto: dok Pertamina)
 

Pasokan BBM dipastikan tak terganggu


Meskipun terjadi fluktuasi harga minyak, Baron memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih aman di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. "Pertamina berkomitmen menjaga keandalan operasional serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman," tegas dia.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi perang antara AS dan Israel melawan Iran. Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)