Menhan Filipina Tuduh Tiongkok Lakukan Intimidasi di Forum Internasional 

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro. Foto: ABS-CBN

Menhan Filipina Tuduh Tiongkok Lakukan Intimidasi di Forum Internasional 

Fajar Nugraha • 10 September 2026 17:33

Seoul: Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menuduh Tiongkok melakukan “intimidasi” setelah mengaku menerima sebuah nota dari pihak Beijing dalam forum internasional.

Nota tersebut berisi penegasan atas klaim luas Tiongkok di wilayah perairan yang masih disengketakan.

Mengutip Channel News Asia, Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro sedang mengikuti diskusi panel dalam forum Seoul Defence Dialogue pada Selasa 8 September 2026 ketika ia menerima selembar kertas dari seseorang yang tampak seperti petugas acara, berdasarkan rekaman video.

“Saya memiliki sebuah nota di sini. Saya pikir ini dari Tiongkok,” kata Teodoro sebelum membacakan isinya di Seoul, Korea Selatan.

“Posisi Tiongkok mengenai arbitrase Laut China Selatan jelas, konsisten, dan tegas. Arbitrase tersebut melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” demikian isi nota yang dibacakan Teodoro, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Kamis 10 September 2026.

Pernyataan soal arbitrase tersebut merujuk pada putusan penting pada 2016 yang dikeluarkan tribunal internasional di Den Haag dan secara luas memenangkan Filipina dalam sengketanya dengan Tiongkok terkait klaim atas Laut China Selatan. 

Sejumlah negara di kawasan, termasuk Filipina, memiliki klaim wilayah yang tumpang tindih dengan Beijing. Bentrokan antara negara-negara yang terlibat juga kerap terjadi di perairan yang mendapat pengawasan ketat tersebut.

Menteri Pertahanan Filipina mengecam nota tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk agresi.

“Jadi, mungkin Tiongkok perlu menunjukkan sikap dan perilaku yang lebih beradab. Ini adalah bentuk pemaksaan, intimidasi, dan agresi yang nyata,” tegas Teodoro.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara spesifik situasi yang terjadi di lapangan.

“Kami mendesak pihak-pihak tertentu di Filipina untuk berhenti mencari perhatian dan memprovokasi masalah, serta menghentikan upaya yang merusak hubungan Tiongkok-Filipina dan stabilitas di Laut China Selatan,” ujarnya.

(Razaqa Hariz) 

(Fajar Nugraha)