Mau Beli Rumah? Gen Z dan Milenial Perlu Hitung Kemampuan Cicilan

Ilustrasi. Foto: dok BTN.

Mau Beli Rumah? Gen Z dan Milenial Perlu Hitung Kemampuan Cicilan

Ade Hapsari Lestarini • 10 September 2026 13:18

Jakarta: Kemampuan mencicil menjadi salah satu pertimbangan penting bagi generasi Z dan milenial yang mulai mencari rumah. Selain harga dan lokasi hunian, calon pembeli perlu memperhitungkan biaya hidup, transportasi, serta kemampuan membayar cicilan sebelum mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudimengatakan calon pembeli rumah kini membutuhkan informasi mengenai pilihan hunian sekaligus kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ungkap Thomas dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Thomas, kemampuan cicilan secara umum dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Namun, besaran tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing calon debitur.

Ia menilai keputusan membeli rumah sebaiknya tidak hanya didasarkan pada keinginan memiliki hunian, tetapi juga kesiapan finansial calon pembeli.

"Calon pembeli perlu memperhitungkan lokasi, biaya hidup, transportasi, hingga cicilan rumah," ujar Thomas.
 

Akses pencarian rumah hingga KPR


Selain kemampuan finansial, digitalisasi turut mengubah cara masyarakat mencari dan mengajukan pembiayaan rumah. Thomas mengatakan layanan BTN kini dapat diakses melalui kanal digital maupun jaringan kantor dan service center.

"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas Thomas.


SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi (kedua dari kiri). Foto: dok BTN.
 

Salah satu kanal digital yang dikembangkan BTN adalah Balé by BTN melalui fitur Bale Properti. Fitur tersebut menyediakan layanan pencarian hunian, simulasi pembiayaan, pengajuan KPR, hingga pemantauan proses pengajuan.

Thomas mengatakan pengembangan layanan tersebut diarahkan berdasarkan kebutuhan nasabah, termasuk calon pembeli dari kalangan generasi muda.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," kata dia.
 

Informasi jadi bagian akses hunian


CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan proses kepemilikan rumah tidak hanya berkaitan dengan pencarian properti, tetapi juga informasi mengenai kemampuan finansial dan pembiayaan.

"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan perluasan akses hunian membutuhkan keterhubungan antara penyediaan rumah, pembiayaan, dan informasi.

"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujar dia.

Harpropnas Fest 2026 berlangsung pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Acara tersebut menghadirkan pilihan rumah baru, rumah sekunder, KPR take over, rumah lelang, serta konsultasi terkait pembiayaan properti.

(Ade Hapsari Lestarini)