Layanan Ambulans di Jakarta Siaga 24 Jam Selama Ramadan

Ilustrasi: Petugas kesehatan menggunakan ambulans mengevakuasi seorang wanita yang pingsan pada malam pergantian tahun di Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (1/1/2024) dini hari. ANTARA/Risky Syukur

Layanan Ambulans di Jakarta Siaga 24 Jam Selama Ramadan

Siti Yona Hukmana • 20 February 2026 15:31

Jakarta: Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta menyiagakan layanan ambulans dan personel selama 24 jam. Layanan juga diberikan pada waktu sahur dan berbuka selama Ramadan.

"Kami memiliki kurang lebih sekitar 80 titik posko untuk unit ambulans. Jadi, titik-titik kami tersebar di banyak lokasi di DKI Jakarta, dan petugas memang 24 jam bersiaga," kata Kepala Unit PK3D Sulung Mulia Putra seperti dilansir dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.

Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta juga bersiaga selama 24 jam. Sehingga, masalah kesehatan yang dialami warga dapat segera tertangani.

Sulung mengatakan warga Jakarta yang membutuhkan layanan ambulans dapat menghubungi nomor 112 atau 119, mengakses JakCare, JakSehat atau JAKI. Terdapat 98 unit ambulans yang siap melayani warga di ibu kota tanpa dipungut biaya.

Nantinya, unit ambulans di lapangan akan menjemput warga yang membutuhkan layanan. Setelah itu, ada perawat di lapangan yang memeriksa langsung kondisi pasien dan menentukan kondisi kegawatdaruratannya.

"Jadi, sudah terintegrasi. Saat pasien ditangani, membutuhkan rujukan, kami masukkan ke sistem rumah sakit atau puskesmas yang dituju. Itu sudah mengetahui bahwa pasien akan datang dan sudah approved (setuju) untuk hadir," ujar Sulung. 


Puskesmas Ibrahim Adjie siaga 24 jam. (Metrotvnews.com/Roni K)

Terkait laporan kondisi kegawatdaruratan saat Ramadan, Sulung mengatakan tidak ada peningkatan yang signifikan. Bahkan, di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan RSUD secara umum terjadi penurunan.

"Mungkin masyarakat memang lebih menahan diri saat puasa, atau sebelum puasa mereka sudah mempersiapkan kondisi kesehatannya, obatnya dilebihkan agar selama bulan puasa, bulan Ramadan, mereka lebih siap," tutur Sulung.

Meski demikian, personel dan sarana prasarana tetap disiagakan, khususnya pada waktu berbuka puasa. Lantaran, pada momen tersebut kondisi lalu lintas cenderung padat.

"Biasanya, di pagi-pagi itu sahur, enggak ada biasanya (laporan kegawatdaruratan). Tetapi kami tetap siaga. Di saat buka puasa, lalu lintas mungkin lebih padat di masa Ramadan, kami juga banyak siaga di situ," ungkap Sulung. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)