Kapal MV Hai Yun sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok pada Sabtu, 21 Desember 2025. Dokumentasi/ istimewa
Pastikan Distribusi Bahan Pokok Lancar, IPC TPK Tambah Alat Berat di Tanjung Priok
Rahmatul Fajri • 20 February 2026 17:37
Jakarta: PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menambah armada alat berat di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok masyarakat tidak terhambat selama Ramadan 2026.
Anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas ini menambah dua unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di Area Terminal Support Tanjung Priok. Penambahan bertujuan meningkatkan kecepatan proses receiving/delivery serta mengoptimalkan kapasitas lapangan penumpukan.
"Periode Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri, terutama pada distribusi kebutuhan pokok dan barang konsumsi. Kami memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal sepanjang bulan suci," kata Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Februari 2026.
Selain penambahan alat, IPC TPK menerapkan pola kerja adaptif untuk menjaga produktivitas. Perusahaan memanfaatkan golden time, yakni waktu di saat tidak ada aktivitas kapal untuk melakukan perawatan preventif pada peralatan bongkar muat.
Langkah ini diambil guna menjamin keandalan alat dan meminimalkan risiko gangguan operasional saat beban kerja meningkat. Pramestie menambahkan, koordinasi dengan stakeholder pelabuhan juga terus diintensifkan.
"Ketersediaan suku cadang (spare part) telah kami pastikan aman. Kami ingin memastikan peningkatan kebutuhan masyarakat tidak terkendala di sisi terminal," ujar Pramestie.

Ilustrasi bahan pokok. Metrotvnews.com
Pramestie mengatakan mengingat aktivitas lapangan yang diprediksi meningkat, IPC TPK juga memperketat pengawasan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan petugas di lapangan yang menjalankan ibadah puasa namun tetap harus menjaga produktivitas tinggi.
Saat ini, IPC TPK mengoperasikan Terminal Petikemas di enam wilayah strategis. WIlayah itu yakni Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak (Kalimantan Barat), Panjang (Lampung), Palembang (Sumatera Selatan), Teluk Bayur (Sumatera Barat), dan Jambi.