Doa dan 4 Adab Bangun Tidur dalam Islam

Ilustrasi: Pexels

Doa dan 4 Adab Bangun Tidur dalam Islam

Riza Aslam Khaeron • 30 July 2026 07:00

Jakarta: Membuka mata di pagi hari dalam keadaan sehat dan segar merupakan salah satu nikmat besar yang sering kali luput dari rasa syukur. Padahal, momen terbangun di pagi hari sejatinya adalah kesempatan baru yang Allah Swt. berikan setelah semalaman "mematikan" kita secara sementara melalui tidur.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan adab dan doa khusus dalam menyambut momen bangun tidur. Harapannya, hari yang baru dapat kita awali dengan kesadaran penuh akan nikmat-Nya, bukan sekadar menjadi rutinitas harian biasa.

Lantas, bagaimana doa dan adab bangun tidur yang dianjurkan dalam Islam? Mengutip NU Online, berikut penjelasan selengkapnya.
 

Doa Bangun Tidur

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca begitu kita terjaga, disertai dengan mengusap bekas tidur di wajah, adalah sebagai berikut:



Alhamdulillahil ladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihin nusyur

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami. Kepada-Nyalah kebangkitan hari Kiamat." (Lihat: Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Al-'Aidrus, Jakarta)
 

Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali

Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan beberapa adab penting yang sebaiknya diamalkan seorang Muslim ketika terbangun dari tidurnya. Berikut empat adab tersebut:

1. Berusaha bangun sebelum waktu Subuh.
Seorang Muslim hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk terjaga sebelum masuk waktu Subuh agar dapat melaksanakan ibadah malam atau bersiap menyambut salat Subuh.

2. Mengawali pagi dengan berzikir kepada Allah.
Hal pertama yang sebaiknya terlintas di lisan dan terpatri di dalam hati begitu terbangun adalah zikir mengingat Allah Swt., bukan langsung memikirkan urusan duniawi.

3. Membaca doa bangun tidur yang lebih panjang.
Selain doa singkat di atas, dianjurkan juga membaca doa yang lebih lengkap berikut ini:



Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami kembali. Aku memasuki pagi, sedang kekuasaan tetap hanyalah milik Allah, kemuliaan dan kekuasaan milik Allah pula. (Dialah) Tuhan seru sekalian alam. Aku menyongsong pagi dengan kesucian Islam dan dengan kalimat ikhlas (syahadat) serta dengan agama (yang dibawa) Nabi Muhammad saw. Juga dengan agama Bapak kami Ibrahim dengan berserah diri, serta bukanlah kami termasuk golongan orang-orang musyrik. Ya Allah, dengan-Mu lah kami memasuki pagi dan sore, dengan-Mu lah kami hidup dan mati, dan kepada-Mu lah kami kembali. Ya Allah, kami mohon bangkitkanlah kami di hari ini pada kebaikan. Dan kami berlindung kepada-Mu dari mengerjakan keburukan atau mempekerjakan orang Islam pada keburukan dan dipekerjakan orang untuk keburukan. Aku meminta kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang ada di dalamnya, serta memohon perlindungan dari kejelekan hari ini dan kejelekan yang ada di dalamnya."

4. Meniatkan pakaian untuk menutup aurat, bukan untuk pamer.
Ketika hendak mengenakan pakaian, niatkanlah semata-mata untuk menjalankan perintah Allah Swt.dalam menutup aurat, bukan untuk kesombongan atau dipamerkan kepada orang lain.

Keempat adab di atas mengajarkan bahwa momen bangun pagi bukan sekadar transisi fisik dari tidur menuju rutinitas harian, melainkan sebuah awal yang penuh dengan nilai spiritual jika diisi dengan zikir dan doa yang tepat.
 
Dengan membiasakan adab ini setiap hari, semoga kita tergolong sebagai hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat istirahat di malam hari dan siap memanfaatkan kesempatan baru yang Allah berikan di setiap pagi.

(Riza Aslam Khaeron)