Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Trump dan Zelensky Bahas Lisensi Produksi Rudal Patriot Ukraina
Willy Haryono • 29 July 2026 08:58
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (28/7) menjelang pemakaman Senator Lindsey Graham. Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kemampuan produksi persenjataan Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia.
Usai pertemuan, Zelensky mengatakan dirinya dan Trump mendiskusikan lisensi produksi rudal pencegat Patriot serta sejumlah gagasan lain yang dapat mendukung kemampuan pertahanan Kyiv.
Pertemuan itu berlangsung beberapa pekan setelah Trump mengumumkan dalam KTT NATO di Ankara, Turki, bahwa Amerika Serikat akan memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi sistem pertahanan Patriot, yang selama ini menjadi salah satu permintaan utama Kyiv guna menghadapi serangan rudal Rusia.
Dalam unggahan di media sosial, Zelensky menyampaikan terima kasih kepada Trump atas "pertemuan yang baik" serta dukungan pemerintah Amerika Serikat.
"Presiden dan saya membahas lisensi produksi rudal pencegat Patriot serta beberapa gagasan lain yang dapat membantu," tulis Zelensky, dikutip dari India Today, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Trump atas wafatnya Lindsey Graham serta mengatakan keduanya membahas pentingnya menghidupkan kembali proses diplomasi.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pertemuan Trump dengan Zelensky maupun pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berlangsung "positif dan produktif."
Rudal Patriot
Dalam kunjungan sehari ke Washington, Zelensky juga bertemu dengan pejabat perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk membahas peningkatan kerja sama produksi alat pertahanan dan pertukaran teknologi."Ukraina memiliki banyak hal yang dapat dibagikan kepada mereka yang membantu kami melindungi kehidupan," kata Zelenskyy.
Analis Hudson Institute Luke Coffey menilai perluasan produksi rudal pencegat Patriot akan bermanfaat tidak hanya bagi Ukraina, tetapi juga bagi Amerika Serikat dan negara-negara Teluk di tengah menipisnya persediaan akibat konflik dengan Iran.
"Ukraina telah menunjukkan bahwa industri pertahanannya mampu, inovatif, dan kreatif. Saya tidak ragu bahwa ketika lisensi diberikan, mereka akan mampu memproduksi rudal-rudal tersebut sehingga diharapkan akan tersedia lebih banyak persediaan bagi Amerika Serikat," ujarnya.
Pertemuan Trump dan Zelensky juga berlangsung di tengah meningkatnya keterkaitan antara perang di Ukraina dan konflik di Timur Tengah.
Sebelum pertemuan, Zelensky menuduh Rusia membantu Iran dengan memperoleh citra satelit pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk yang kemudian muncul di tangan Iran. Menurutnya, terdapat "korelasi yang jelas" antara citra tersebut dan serangan Iran berikutnya.
Namun, Trump meragukan adanya keterlibatan signifikan Rusia dalam membantu Iran.
"Saya rasa mereka tidak melakukannya, setidaknya tidak dalam skala besar. Kalaupun ada, dampaknya sangat kecil," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.
Serangan Ukraina di Laut Kaspia
Di sisi lain, akhir pekan lalu Ukraina menyerang sedikitnya satu kapal Iran di Laut Kaspia. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan percakapannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berlangsung secara terbuka dan menegaskan Ukraina hanya berfokus mempertahankan diri dari agresi Rusia serta tidak pernah berniat menyerang kapal sipil maupun warga sipil.Sementara itu, Iran menyatakan sedikitnya satu pelaut tewas dalam insiden tersebut. Araghchi mengatakan Teheran tidak menginginkan eskalasi, tetapi menegaskan setiap serangan terhadap warga negara maupun kepentingan Iran tidak dapat diterima dan harus disertai ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan.
Selain bertemu Trump, Zelensky juga menghadiri pemakaman Lindsey Graham dan menggelar pertemuan dengan sejumlah senator di Gedung Capitol. Para legislator Partai Republik berupaya mendorong pembahasan rancangan undang-undang sanksi yang didukung lintas partai sebelum masa reses Agustus.
Rancangan undang-undang tersebut mengusulkan tarif terhadap barang dari lima negara pembeli terbesar minyak dan gas Rusia, termasuk China dan India. Selain itu, aturan tersebut juga memuat sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, para pejabat politik dan militer senior Rusia, serta lembaga keuangan dan proyek energi Rusia.
Serangkaian pertemuan di Washington itu memadukan pembahasan mengenai dukungan militer, upaya diplomatik, dan sanksi ekonomi sebagai bagian dari langkah memperkuat posisi Ukraina ketika perang dengan Rusia memasuki tahun kelima.
Baca juga: Zelensky Tiba di AS, Bertemu Trump Bahas Pertahanan Ukraina