Ilustrasi warga mengantre air bersih. MI
Krisis Air Bersih Meluas di Jabar, 15 Kabupaten/Kota Terdampak
Media Indonesia • 28 July 2026 17:33
Bandung: Ancaman kekurangan air bersih di Jawa Barat kian meluas seiring berlanjutnya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan sebanyak 15 kabupaten dan kota kini masuk dalam zona terdampak krisis air.
Secara keseluruhan, bencana kekeringan ini menyasar 205.567 jiwa yang terhimpun dalam 61.504 kepala keluarga di 89 kecamatan. Pemerintah kabupaten/kota bersama BPBD Jabar terus mengerahkan upaya penyaluran air bersih untuk meringankan kesulitan yang dialami masyarakat.
Berdasarkan data BPBD Jabar, krisis air bersih tercatat melanda 194 desa dan kelurahan. Sekitar 200 ribu warga saat ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas harian mereka. Tiga wilayah dinilai mengalami tingkat krisis paling berat, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi.
Di Kabupaten Bogor, kekeringan telah merambah 24 kecamatan yang mencakup 87 desa dan kelurahan. Sebanyak 29.054 kepala keluarga atau setara 100.830 jiwa merasakan dampaknya. Sebagai respons, Pemkab Bogor bersama BPBD setempat telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 802.500 liter.
Baca Juga :
215 Warga Bandar Lampung Terdampak Kekeringan
Kabupaten Karawang mencatat krisis air melanda 9 desa di 4 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 12 ribu jiwa. BPBD Kabupaten Karawang bahu-membahu dengan berbagai instansi seperti PMI, Baznas, sejumlah yayasan, BBWS, dan PDAM telah mendistribusikan lebih dari 237.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Di Kabupaten Bekasi, krisis air bersih telah berdampak pada 6 desa di 3 kecamatan. BPBD setempat telah mengirimkan pasokan air ke 26 titik lokasi terdampak.

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr
"Krisis air melanda Kecamatan Cibarusah, Serang Baru dan Bojongmangu. Kami mencatat ada 2.787 kepala keluarga atau 7.634 jiwa yang mengalami krisis air bersih," ungkap Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno, Selasa, 28 Juli 2026.
BPBD Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Pemerintah daerah pun terus mencari solusi jangka panjang, seperti pembangunan sumur bor dan optimalisasi infrastruktur pengelolaan air guna menghadapi potensi kekeringan yang lebih luas ke depan. (Sugeng)