ASEAN Day ke-59: Menlu Sugiono Tegaskan Keberpihakan ASEAN Hanya untuk Rakyatnya

Menteri Luar Negeri Sugiono saat berbicara dalam ASEAN Day ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. (YouTube / asean secretariat)

ASEAN Day ke-59: Menlu Sugiono Tegaskan Keberpihakan ASEAN Hanya untuk Rakyatnya

Willy Haryono • 8 August 2026 11:26

Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan ASEAN tidak akan menjadi arena persaingan kekuatan-kekuatan besar dunia dan tidak akan berpihak kepada salah satu pihak di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.

Berbicara dalam peringatan ASEAN Day ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026, Menlu Sugiono mengatakan keberpihakan ASEAN hanya ditujukan kepada kepentingan rakyatnya.

"ASEAN telah menegaskan bahwa kawasan kita tidak boleh menjadi arena rivalitas kekuatan besar. ASEAN juga tidak akan memilih berpihak. Karena keberpihakan kita adalah kepada rakyat kita, kesejahteraan mereka, keamanan mereka, dan masa depan mereka," kata Menlu Sugiono.

Menurutnya, ketika tatanan internasional melemah, masyarakat menjadi pihak yang pertama merasakan dampaknya. Karena itu, ASEAN harus terus memperkuat kapasitasnya untuk menentukan arah kebijakannya sendiri melalui penguatan sentralitas kawasan.

Relevansi ASEAN

Menlu Sugiono mengatakan perjalanan ASEAN selama 59 tahun menunjukkan kemampuan organisasi tersebut bertahan menghadapi perubahan geopolitik dan berbagai krisis tanpa kehilangan arah.

Ia mengingatkan bahwa ASEAN lahir pada 1967 bukan dalam situasi yang nyaman, melainkan di tengah bayang-bayang konflik. "ASEAN dibangun atas aspirasi masyarakat Asia Tenggara yang memilih persatuan daripada perpecahan," ujarnya.

Menurut Menlu Sugiono, selama hampir enam dekade ASEAN terus berkembang dengan sentralitas sebagai fondasi utama yang menjaga stabilitas kawasan.

Ia juga menyambut bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dan menyebut momentum tersebut sebagai tonggak sejarah baru bagi organisasi regional itu.

Dengan hampir 700 juta penduduk dan status sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia, ASEAN dinilai memiliki peran penting sebagai motor pertumbuhan, ketahanan, dan stabilitas kawasan.

Dialog Jadi Kekuatan ASEAN

Menlu Sugiono menilai dunia saat ini membutuhkan lebih banyak pihak yang mampu menjembatani perbedaan dan menjaga dialog tetap berlangsung.

Menurutnya, selama hampir enam dekade ASEAN telah menjalankan peran tersebut dengan mempertemukan negara-negara besar maupun kecil yang memiliki kepentingan dan pandangan berbeda.

"Tujuan kita bukan menghapus perbedaan, tetapi mengelolanya melalui dialog dan saling menghormati," katanya.

Ia menambahkan kredibilitas ASEAN dibangun melalui prinsip saling menghormati, nonintervensi, dan penyelesaian sengketa secara damai yang hingga kini tetap menjadi pedoman organisasi.

Prinsip-prinsip tersebut, lanjut Sugiono, juga menjadi dasar Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang tahun ini memasuki usia ke-50.

ASEAN Harus Beri Manfaat Nyata

Menlu Sugiono menekankan bahwa keberhasilan ASEAN tidak dapat diukur hanya dari banyaknya perjanjian yang ditandatangani.

Menurutnya, masyarakat akan menilai ASEAN dari manfaat nyata yang mereka rasakan, mulai dari terpenuhinya kebutuhan pangan, tersedianya lapangan kerja yang layak, rasa aman, hingga keyakinan terhadap masa depan.

Karena itu, ASEAN perlu memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan pelindungan bagi warga negara ketika terjadi krisis, serta membekali generasi muda dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai.

Ia juga menilai ASEAN memerlukan institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, dan sumber daya yang memadai untuk mewujudkan ASEAN Community Vision 2045.

Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Menlu Sugiono mengajak seluruh negara anggota memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kawasan tetap damai, aman, dan inklusif.

"Kita percaya kepada ASEAN karena organisasi ini membuktikan bahwa para tetangga, betapapun berbedanya mereka, dapat memilih perdamaian dibanding konflik, dialog dibanding pemaksaan, dan persatuan meski tidak selalu memiliki pandangan yang sama," pungkasnya.

Baca juga:  Peringati ASEAN Day ke-59, Sekjen Kao Ajak Negara Anggota Perkuat Solidaritas

(Willy Haryono)