Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn saat berbicara di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. (YouTube / asean secretariat)
Peringati ASEAN Day ke-59, Sekjen Kao Ajak Negara Anggota Perkuat Solidaritas
Willy Haryono • 8 August 2026 11:05
Jakarta: Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan pentingnya memperkuat persatuan, ketahanan, dan relevansi ASEAN di tengah dunia yang semakin tak pasti akibat meningkatnya rivalitas geopolitik, perubahan iklim, hingga gangguan ekonomi global.
Berbicara dalam peringatan ASEAN Day ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026, Kao mengatakan tantangan yang dihadapi kawasan saat ini semakin bersifat lintas batas sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
"Dalam dunia yang semakin diperebutkan kepentingannya namun juga semakin saling terhubung, tujuan ASEAN menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata Kao.
Menurutnya, berbagai konflik di luar kawasan telah mengganggu jalur perdagangan, memengaruhi harga pangan dan energi, serta menambah ketidakpastian ekonomi global yang turut dirasakan masyarakat Asia Tenggara.
Di saat yang sama, perubahan pola perdagangan dan investasi global serta persaingan strategis juga membentuk kembali rantai pasok dunia, menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi kawasan.
Kao juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata di Asia Tenggara melalui meningkatnya frekuensi banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang mengancam mata pencaharian, ketahanan pangan, serta ketahanan ekonomi masyarakat.
"Semua itu mengingatkan kita bahwa kesejahteraan masyarakat semakin dipengaruhi oleh tantangan yang tidak dapat dihadapi oleh satu negara sendirian," ujarnya.
ASEAN Kini Beranggotakan 11 Negara
Kao mengatakan peringatan ASEAN Day tahun ini memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya diselenggarakan setelah ASEAN resmi menjadi organisasi yang beranggotakan 11 negara.Ia menyambut bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota terbaru ASEAN dan menyebut langkah tersebut mencerminkan keyakinan bahwa organisasi akan semakin kuat ketika menjadi lebih inklusif.
"Kami menantikan kontribusi dan partisipasi Timor-Leste dalam keluarga ASEAN pada tahun-tahun mendatang," katanya.
Selain itu, tahun ini juga menandai 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang menurut Kao telah menjadi fondasi hubungan antarnegara di kawasan melalui prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, penyelesaian sengketa secara damai, penolakan penggunaan kekerasan, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Ia menilai prinsip-prinsip tersebut telah membantu ASEAN menjaga perdamaian, membangun kepercayaan, dan menciptakan stabilitas yang menjadi dasar pertumbuhan kawasan selama beberapa dekade.
Visi ASEAN 2045 Jadi Arah Bersama
Kao mengatakan ASEAN Community Vision 2045: Our Shared Future menjadi pedoman strategis bagi organisasi dalam menghadapi perubahan dunia yang semakin kompleks.Menurutnya, ASEAN perlu tetap menjaga persatuan dan sentralitas, sekaligus memperkuat solidaritas untuk mengatasi berbagai perbedaan dan tantangan.
Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam pembangunan ASEAN.
Hampir separuh penduduk ASEAN saat ini berusia di bawah 30 tahun dan tumbuh di kawasan yang semakin terhubung melalui pendidikan, bisnis, serta platform digital.
Karena itu, Kao menilai keberhasilan ASEAN dalam beberapa dekade mendatang akan bergantung pada sejauh mana generasi muda melihat organisasi tersebut mampu menciptakan peluang nyata dalam kehidupan mereka.
"Jika ASEAN ingin tetap relevan pada dekade-dekade mendatang, masa depannya tidak dapat begitu saja diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Masa depan itu harus dibangun melalui partisipasi aktif generasi yang akan mewarisinya," ujarnya.
Menutup sambutannya, Kao mengatakan ASEAN harus terus memperkuat ketahanan, relevansi, perdamaian, dan stabilitas kawasan dengan mengatasi berbagai perbedaan dan tantangan melalui dialog serta kerja sama.
"Peringatan ASEAN Day ke-59 bukan hanya merayakan apa yang telah dicapai ASEAN, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa dengan terus bekerja bersama, komunitas ASEAN akan tetap relevan, tangguh, damai, dan stabil bagi generasi mendatang," katanya.
Baca juga: 59 Tahun ASEAN, dari 5 Negara Pendiri Kini Jadi 11 Anggota