Tim Rio Dondokambey menyalurkan santunan kepada keluarga delapan korban meninggal dunia dan sembilan korban luka dalam kecelakaan drag race di Kotamobagu. (Dok. Photo: Tim Rio Dondokambey)
Tragedi Drag Race, Rio Dondokambey Beri Santunan Duka untuk Keluarga Korban
Duta Erlangga • 11 August 2026 20:17
Kotamobagu: Di tengah luka dan duka yang masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut dalam gelaran drag race di Kotamobagu, kepedulian datang untuk meringankan beban mereka.
Anggota DPR RI Rio Dondokambey menyalurkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Tim Rio Dondokambey menyalurkan santunan kepada keluarga delapan korban meninggal dunia dan sembilan korban luka dalam kecelakaan drag race di Kotamobagu. (Dok. Photo: Tim Rio Dondokambey)
Santunan itu diberikan kepada 8 keluarga korban meninggal dunia serta 9 keluarga korban luka-luka. Bantuan ini memang tidak akan mampu menggantikan kehilangan orang-orang terkasih.
Namun, di tengah rumah-rumah duka yang masih dipenuhi tangis, santunan tersebut diharapkan menjadi tanda kasih bahwa keluarga korban tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.
Peristiwa duka kecelakaan drag race merenggut delapan nyawa dan menyebabkan sejumlah penonton lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit.
Baca Juga :
Delapan korban meninggal dunia masing-masing Harianti Mokoginta dari Bilalang 3 Utara, Nilawati Mokodongan dari Pontodon Induk, Ali Jojang dari Bilalang 4, Lisma Mokoginta dari Bilalang Utara, Ali Ponamon dari Pontodon Induk, Risna Longkun dari Bilalang Baru, Biyo Mokoagow dari Bilalang 3, serta Rugaina Manangin dari Bilalang IV.
Enam keluarga korban meninggal dunia diketahui berada di Desa Bilalang, sementara dua keluarga lainnya berada di Desa Pontodon.

Tim Rio Dondokambey menyalurkan santunan kepada keluarga delapan korban meninggal dunia dan sembilan korban luka dalam kecelakaan drag race di Kotamobagu. (Dok. Photo: Tim Rio Dondokambey)
Sementara itu, sembilan korban yang mengalami luka-luka dan mendapat perhatian terdiri dari Murdani Pobela asal Bilalang Baru, Muxin Dondo asal Pontodon Timur, Arhan Mokoginta asal Bilalang 3, Rapiska Mokodongan asal Genggulang, Enjelia Lito asal Bilalang 3, Prasetio Mokodongan asal Pontodon, Nur Almira Pobela asal Bilalang Baru, Hadi Toisi asal Pangian Tengah, dan Rina Longkun asal Bilalang Baru.
Sebagian besar korban mengalami luka berat. Salah satu korban yang masih menjalani perawatan merupakan anak berusia 7 tahun, Rapiska Mokodongan, yang mengalami luka berat dan dirawat di RS Monompia, sedangkan yang lainnya telah di rujuk ke RSUP Kandou Manado.
Di balik daftar nama tersebut, ada keluarga yang kini harus menjalani hari-hari dengan kehilangan, kecemasan dan harapan agar anggota keluarga yang terluka dapat kembali pulih.
Rio Dondokambey berharap santunan tersebut dapat sedikit membantu kebutuhan keluarga korban, terutama mereka yang kini harus menghadapi masa sulit setelah tragedi tersebut.