Presiden: Pengentasan Kemiskinan Harus Dilakukan dengan Cara Rasional

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam pertemuan dengan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Presiden: Pengentasan Kemiskinan Harus Dilakukan dengan Cara Rasional

Achmad Zulfikar Fazli • 6 August 2026 19:32

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan langkah pengentasan kemiskinan dalam upaya memastikan kebangkitan bangsa harus dilakukan berdasarkan sains dan cara rasional. Hal ini disampaikan Presiden saat bertemu 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa cita-cita semua pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan. Bagaimana suatu negara tidak ada ketidakadilan. Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain dari pada rasional," kata Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Presiden menekankan pendekatan rasional diperlukan untuk mengatasi berbagai isu. Sebab, pendekatan rasionalitas dilakukan berdasarkan sains, matematika, dan realitas.

"Mari lah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian, kalau saya memimpin saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya," tutur Presiden.

Presiden Prabowo Subianto menerima pemaparan hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar

Presiden mengajak pemangku kepentingan berkaca pada realita yang ada di Indonesia sebagai bentuk introspeksi dan melakukan perbaikan dari kenyataan tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan sains dan teknologi merupakan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa. Dia menilai bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi dapat maju dengan pesat.

Penguasaan kedua faktor tersebut harus ditopang kualitas pendidikan. Sehingga, dapat membangun sumber daya manusia unggul dalam berbagai bidang.

“Ini adalah fakta dan kenyataan dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling critical, paling kritis," jelas Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)