Warga melarikan diri dari sebuah bangunan yang dilaporkan akan roboh akibat gempa di Kolombia. Foto: Viory
Kolombia Kerahkan Operasi Penanganan Nasional Usai Gempa Tewaskan 111 Orang
Muhammad Reyhansyah • 11 August 2026 09:51
Bogota: Pemerintah Kolombia mengerahkan operasi penanganan berskala nasional setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang negara itu dan menewaskan sedikitnya 111 orang serta melukai 87 lainnya.
Dalam konferensi pers di Bogota, Senin, 10 Agustus 2026, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
"Prioritas pertama adalah menyelamatkan orang-orang yang masih berada di bawah reruntuhan; itulah prioritas kami," kata De la Espriella, dikutip dari Viory, Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menegaskan pemerintah telah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menangani keadaan darurat tersebut.
Presiden juga mengumumkan pembentukan Pos Komando Terpadu di Bogotá, Armenia, Quibdó, dan Cali untuk mengoordinasikan respons, serta menyatakan pemerintah akan menetapkan status darurat nasional.
Para menteri dan pejabat pemerintah akan dikirim ke wilayah terdampak gempa, sementara De la Espriella mengatakan dirinya akan memimpin langsung operasi penanganan bencana.
Ribuan Bangunan Rusak
Menurut data yang disampaikan presiden, gempa menyebabkan 1.575 rumah mengalami kerusakan, 37 rumah hancur total, dan 61 bangunan runtuh.Kerusakan juga terjadi pada 18 fasilitas kesehatan, 52 institusi pendidikan, 17 pusat komunitas, serta 18 ruas jalan.
Selain itu, enam bandara mengalami kerusakan infrastruktur dan masih ditutup untuk penerbangan komersial.
"Pemerintah ini merespons dengan segera; pemerintah ini berkomitmen kepada rakyat," ujar De la Espriella seraya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan warganya menghadapi bencana sendirian.
Ia menambahkan pemerintah akan mengoordinasikan bantuan internasional untuk penanganan bencana. Menurutnya, sejumlah negara dan organisasi internasional telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan.
"Hari ini seluruh rakyat Kolombia, terlepas dari perbedaan ideologi maupun politik, harus bersatu demi satu tujuan, yaitu membantu para korban bencana alam ini," kata De La Espriella.
Presiden juga mengumumkan akan mengunjungi Quibdó untuk mengawasi langsung operasi penanganan, sementara anggota kabinet lainnya akan menuju Valle del Cauca dan kawasan Coffee Axis.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 tersebut berpusat di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, di barat laut Kolombia. Guncangan dirasakan di berbagai wilayah negara itu dan menyebabkan kerusakan paling parah di kawasan barat dan tengah.