Netanyahu Tegaskan Tak Pernah Minta Izin Trump untuk Serang Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat bertemu Presiden AS Donald Trump. Foto: Anadolu

Netanyahu Tegaskan Tak Pernah Minta Izin Trump untuk Serang Iran

Fajar Nugraha • 26 June 2026 16:46

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak pernah meminta izin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni 2025.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya pada konferensi Muni Expo bagi para pejabat daerah di Tel Aviv. Netanyahu mengatakan dirinya hanya memberi tahu Trump mengenai rencana operasi militer tersebut.

"Kami akan menyerang Iran karena saya tidak akan tinggal diam menunggu musuh yang secara terbuka menyatakan ingin menghancurkan kami. Saya tidak meminta izin. Saya hanya memberi tahu rencana kami," ujar Netanyahu, dikutip dari media The Times of Israel, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa dirinya menyambut baik keputusan Amerika Serikat yang akhirnya ikut bergabung dalam operasi militer tersebut pada tahap akhir. Menurut Netanyahu, keterlibatan Washington memperkuat operasi yang dinilainya sangat penting.

Pernyataan itu kembali menegaskan posisi Israel yang mengklaim tetap mempertahankan kemandirian strategis di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. Hubungan kedua negara disebut menghadapi tantangan setelah Trump terus mengupayakan kesepakatan dengan Iran pascaoperasi militer gabungan terhadap Teheran pada 2025.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga membela operasi militer Israel terhadap Iran, Hamas di Gaza, dan Hizbullah di Lebanon sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia menyatakan doktrin keamanan Israel kini lebih mengutamakan tindakan pencegahan dengan mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu.

Menurut Netanyahu, perubahan strategi tersebut menjadi pencapaian penting bagi Israel dalam berbagai konflik terakhir. Ia mengatakan keberhasilan terbesar Israel adalah menghilangkan rasa takut sehingga negara itu mampu bertindak lebih cepat dalam menghadapi ancaman keamanan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)