TNI Pastikan 11 Bandara Perintis di Pelosok Papua Dijaga Ketat 24 Jam

Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau bandara perintis di Papua. Dokumentasi/Kogabwilhan III

TNI Pastikan 11 Bandara Perintis di Pelosok Papua Dijaga Ketat 24 Jam

Silvana Febiari • 3 March 2026 22:41

Papua: Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau langsung 11 bandara perintis di Papua yang telah diamankan oleh pasukan TNI pasca-gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan, perwira tinggi TNI Angkatan Udara berpangkat bintang dua tersebut, bersama para pejabat utama Kogabwilhan III menyambangi satu per satu bandara perintis. Salah satu yang dikunjungi Bandara Kapiraya di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

“Pertama, kami datang menemui masyarakat untuk mendengarkan dengan hati dan seksama, sekaligus memberikan solusi atas keluh kesah saudara-saudara kita, pasca-ditutupnya bandara perintis yang menjadi ujung tombak sosial, ekonomi, dan peradaban masyarakat pelosok Papua,” ujar Joko di Kabupaten Deiyai, Selasa, 3 Maret 2026.
 


Menurut Joko, bandara perintis merupakan 'jendela dunia' bagi masyarakat Papua yang tinggal di wilayah pegunungan, perbukitan, dan lembah terpencil. Akses transportasi udara menjadi satu-satunya jalur vital distribusi logistik, mulai dari sembako, pakaian, obat-obatan, alat kesehatan, hingga sarana pendidikan.

Hanya melalui bandara perintis, kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, dan papan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat kepada masyarakat. Pemulihan keamanan 11 bandara perintis menjadi prioritas strategis TNI dalam mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan Papua.

“Mudah-mudahan segera dibuka. Mengingat kondusifitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup pasca-gangguan KKB kini telah pulih dan dijaga ketat 24 jam oleh pasukan TNI,” tegasnya.


Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau bandara perintis di Papua. Dokumentasi/Kogabwilhan III


Selain pengamanan ketat, TNI juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di Papua. Prajurit TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat guna memperkuat persatuan dan kepercayaan publik.

Joko menuturkan bahwa tujuan utama kehadiran TNI di tengah masyarakat Papua adalah menghadirkan rasa aman dan memastikan proses pembangunan serta pelayanan publik berjalan tanpa gangguan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan roda perekonomian dan pelayanan publik kembali normal di Bumi Cendrawasih.


Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau bandara perintis di Papua. Dokumentasi/Kogabwilhan III


Hubungan yang semakin erat antara prajurit dan warga menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas jangka panjang. Setiap tindakan TNI, kata Joko, dilakukan secara terukur, profesional, dan berlandaskan hukum serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

“Dalam menghadapi situasi tertentu, seluruh tindakan tegas dan terukur oleh prajurit TNI dilakukan secara profesional berdasarkan rules of engagement (ROE). Hal ini untuk memastikan setiap langkah sesuai hukum, HAM, etika, serta kebijakan yang berlaku, sekaligus melindungi personel TNI dan warga sipil,” jelasnya.

Pemulihan keamanan bandara perintis bukan sekadar soal pertahanan. Upaya ini juga bertujuan menghadirkan rasa aman, menjamin kelancaran pembangunan, dan memastikan pelayanan publik berjalan tanpa gangguan.

TNI berkomitmen hadir sebagai pelindung masyarakat sekaligus mitra pembangunan di Tanah Papua. Setiap tindakan terhadap gangguan keamanan dilakukan untuk menjamin hak warga hidup dengan damai, sejahtera, dan bermartabat di tanah kelahiran mereka.


Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau bandara perintis di Papua. Dokumentasi/Kogabwilhan III


Dengan pengamanan TNI di 11 bandara perintis Papua, masyarakat semakin leluasa untuk kembali beraktivitas normal. Keamanan yang terjaga menjadi dasar kuat terwujudnya Papua yang aman, maju, dan sejahtera di bawah NKRI.

“Bersama masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, serta seluruh unsur penyelenggara negara di Bumi Cendrawasih, TNI akan selalu menjadi garda terdepan menjaga roda pembangunan bangsa di ufuk timur Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)