Terdampar 3 Hari di Qatar, Wamenham Imbau WNI di Timur Tengah Tetap Tenang

Wakil Menteri HAM Mugiyanto (kiri) (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Terdampar 3 Hari di Qatar, Wamenham Imbau WNI di Timur Tengah Tetap Tenang

Achmad Zulfikar Fazli • 3 March 2026 10:54

Jakarta: Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto mengimbau warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak konflik Timur Tengah tetap tenang. Para WNI diminta mengikuti arahan dari pihak kedutaan besar dan otoritas setempat.

Mugiyanto juga sudah tiga hari terdampar di Doha, Qatar. Pesawat yang ditumpanginya gagal terbang menuju Jenewa, Swiss, karena perang yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.

“Kami berharap kita semua yang berada di wilayah terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan saja situasi ini segera membaik, dan kita ikuti saja apa yang menjadi kebijakan-kebijakan dan juga arahan dari duta besar dan otoritas setempat,” ucap Mugiyanto dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Wamenham, situasi belum kondusif. Dia menyebut belum ada kepastian kapan konflik berakhir dan kapan ruang udara di Qatar maupun negara-negara sekitar akan dibuka.

“Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera dipulihkan ruang udara, wilayah udara, di Qatar dan negara-negara sekitar dan perdamaian bisa segera terwujud,” tutur dia.
 

Baca Juga: 

Bandara Qatar Ditutup, 195 WNI Tertahan di Doha



Kondisi salah satu terminal di Bandara Internasional Hamad di Doha, Qatar. (dohahamadairport)

Mugiyanto menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya dari Duta Besar Indonesia untuk Qatar Guruh Langkah Samudera, ada lebih dari 100 warga negara Indonesia yang terdampar di Bandar Udara Internasional Hamad, Doha.

“Selain yang berada di Doha, Qatar, ada juga puluhan bahkan ratusan warga negara Indonesia yang terdampar di Uni Emirat Arab, ya, di Dubai, ada juga yang di Kuwait, di Arab Saudi, Bahrain. Kita semua tidak bisa terbang, tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata dia.

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dini hari waktu setempat menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran.

Eskalasi terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Oman mengenai pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga perundingan tersebut berlangsung di Jenewa pada Kamis, 26 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)