Asap dari serangan drone Iran di Kuwait. (Anadolu Agency)
Pentagon Rilis Identitas Empat Tentara AS yang Tewas Diserang Drone Iran
Muhammad Reyhansyah • 4 March 2026 16:03
Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengidentifikasi empat dari enam personel militer AS yang tewas dalam serangan drone Iran terhadap fasilitas komando AS di Kuwait.
Serangan yang terjadi pada Minggu lalu di Port Shuaiba itu menargetkan tentara yang mendukung “Operation Epic Fury," kampanye militer gabungan AS-Israel melawan Iran, menurut pernyataan resmi Pentagon yang dirilis Selasa, 3 Maret 2026.
Departemen Pertahanan menyebut para korban sebagai Kapten Cody Khork (35) dari Lakeland, Florida; Sersan Kelas Satu Nicole Amor (39) dari White Bear Lake, Minnesota; Sersan Kelas Satu Noah Tietjens (42) dari Bellevue, Nebraska; dan Sersan Declan Coady (20) dari Des Moines, Iowa.
Nama dua tentara lainnya masih dirahasiakan hingga proses pemberitahuan kepada keluarga selesai.
“Kami menghormati para pahlawan yang gugur, yang telah mengabdi dengan berani dan tanpa pamrih demi membela negara kita. Pengorbanan mereka, serta pengorbanan keluarga mereka, tidak akan pernah dilupakan,” kata Kepala Komando Cadangan Angkatan Darat AS, Letnan Jenderal Robert Harter, seperti dikutip Yeni Safak, Rabu, 4 Maret 2026
Serangan mematikan di Kuwait itu merupakan bagian dari eskalasi yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer senior.
Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan drone dan rudal balistik yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Kepala United States Central Command (CENTCOM), Jenderal Brad Cooper, mengungkapkan lebih dari 50.000 tentara AS, 200 pesawat tempur, dan dua kapal induk terlibat dalam “Operation Epic Fury."
Menurutnya, pasukan AS dan Israel telah menyerang hampir 2.000 target dengan lebih dari 2.000 amunisi, sementara Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone sebagai balasan.
Kematian enam tentara AS di Kuwait menandai korban tempur pertama Amerika dalam fase terbaru konflik ini, sekaligus menegaskan meluasnya perang yang dipicu oleh pembunuhan kepemimpinan Iran.
Kekerasan yang meningkat kini mengancam meluas ke seluruh kawasan Teluk, termasuk negara-negara dengan kehadiran militer AS yang signifikan.
Komunitas internasional memantau dengan cermat perkembangan situasi, di tengah kekhawatiran bahwa siklus serangan dan balasan dapat memicu perang regional yang lebih luas dengan konsekuensi besar bagi stabilitas global.
Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Terlibat dalam Serangan Gabungan ke Iran